Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

KTT MSG Tolak Keanggotaan ULMWP, Kemenangan Bagi Indonesia dan Kontribusi Stabilitas Kawasan Pasifik

izak-Indra Zakaria • Sabtu, 23 September 2023 - 17:23 WIB
Dukung keanggotaan penuh di KTT Melanesian Spearhead Group (MSG), ULMWP ajak rakyat West Papua menggelar aksi damai. KTT Melanesian Spearhead Group (MSG) menolak keanggotaan penuh ULMWP. (ULMWP untuk Cenderawasih Pos)
Dukung keanggotaan penuh di KTT Melanesian Spearhead Group (MSG), ULMWP ajak rakyat West Papua menggelar aksi damai. KTT Melanesian Spearhead Group (MSG) menolak keanggotaan penuh ULMWP. (ULMWP untuk Cenderawasih Pos)

Penolakan keanggotaan penuh United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dalam KTT Melanesian Spearhead Group (MSG) merupakan kemenangan diplomatik penting yang dicapai Indonesia. Keputusan ini menunjukkan bahwa negara-negara Melanesia dan Pasifik mengakui kedaulatan Indonesia atas Papua dan menolak upaya separatisme yang dipimpin oleh Benny Wenda.

Pemerhati isu-isu strategis dan global, Imron Cotan mengatakan, penolakan tersebut disebabkan oleh perubahan paradigma di kalangan negara-negara Melanesia. Pertama, negara-negara MSG melihat Indonesia sebagai negara besar yang saat ini tidak hanya menjadi pemimpin di sub-kawasan, namun juga menempati tempat terhormat di kancah pergaulan internasional.

"Indonesia adalah pemimpin di organisasi kawasan ASEAN, ASEAN+10 (mitra bicara), ASEAN+3 (Korsel, Jepang, Tiongkok), G20, dan juga tamu tetap di forum G7. Peran ekonomi dan politik Indonesia tidak dapat lagi diabaikan," kata Imron dalam webinar nasional, Jumat (22/9).

Kedua, bagi anggota MSG, konfrontasi dengan Indonesia sama sekali tidak menghasilkan apa pun. Saat ini, para pemimpin mereka telah berpikir untuk lebih menarik manfaat dari besarnya pengaruh politik dan ekonomi Indonesia, yang telah melampaui USD 1 triliun.

"Bahkan mereka menitipkan aspirasi, terkait isu perubahan iklim dan naiknya permukaan air laut, di forum global seperti G7," ujarnya.

Di sisi lain, Imron menjelaskan ada kesepahaman bersama di tingkat dunia, khususnya pasca Covid-19. Yakni semua bangsa harus bekerja sama sesuai aturan yang ada (rules-based) untuk mengatasi tantangan.

"Maka mereka juga mulai menyadari bahwa tidak bisa menerima ULMWP sebagai anggota tetap MSG karena bukan berbentuk entitas negara berdaulat, selain kontraproduktif dalam konteks kerjasama dengan Indonesia," jelasnya.

Sementara, Ketua Badan Musyawarah Papua, Willem Frans Ansanay mengatakan, penolakan keanggotaan ULMWP merupakan kemenangan bagi Indonesia dan berkontribusi kepada stabilitas di kawasan Pasifik. Oleh karena itu, Indonesia harus terus melanjutkan upaya membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.

"Karena kami juga, warga Papua, bukan bagian dari ULMWP. Itu hanyalah kelompok kecil yang muncul karena sakit hati," ujar Frans. (*)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Mancanegara