Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Gali Potensi Perkebunan dan Pertanian

uki-Berau Post • Sabtu, 23 September 2023 - 08:53 WIB
Syarifatul Syadiah
Syarifatul Syadiah

TANJUNG REDEB – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Berau masih didominasi oleh sektor pertambangan dengan 65 persen dari total keseluruhan PAD Kabupaten Berau saat ini. Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau, Syarifatul Syadiah ingin sektor perkebunan bisa perlahan melampaui tersebut.

“Kita perlu menggali sektor perkebunan dan pertanian agar bisa mandiri dan tidak bergantung pada sektor pertambangan saja,” ucapnya.

Ia berharap, pemerintah saat ini harus mengatur pemanfaatan sumber PAD pada sektor lain di luar pertambangan. Seperti sektor perkebunan yang memiliki potensi menjanjikan di jangka panjang.

“Kabupaten Berau ini memiliki lahan yang luas, pada sektor perkebunan dan pertanian. Jadi kita manfaatkan sebaik mungkin agar ke depannya Kabupaten Berau bisa mandiri dan memproduksi beras hasil petani sendiri,” bebernya.

Pihaknya selalu mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) agar memerintahkan para ASN untuk mengonsumsi beras lokal dari petani yang ada di Berau. Dengan begitu para petani yang ada di Kabupaten Berau turut sejahtera jika hasil panennya diminati banyak orang.

“Pemkab harus mengatur itu, sehingga tidak perlu mendatangkan beras dari luar daerah lagi. Jika produksinya banyak juga bisa dipromosikan agar masyarakat Kabupaten Berau membeli beras lokal,” tuturnya.

Selain itu, Syarifatul menjelaskan pemanfaatan potensi sektor pariwisata untuk meningkatkan PAD Berau masih sangat minim, sehingga perlu ditingkatkan. Karena Berau sebagai daerah yang memiliki potensi pariwisata terbesar di Provinsi Kalimantan Timur.

Untuk mendukung hal itu, ia menilai perlu meningkatkan sarana dan prasarana untuk akses jalan ke wisata dan memiliki fasilitas yang bersih dan indah. Seperti sapta pesona agar bisa menarik para wisatawan lokal maupun luar daerah.

“Hal itu bisa menarik para wisatawan yang datang dan kembali kesini, membawa keluarga bahkan teman temannya agar mempunyai kenangan indah di Berau,” katanya.

Dirinya menyebut Pemkab Berau harus menggandeng seluruh stakeholder terkait disektor pariwisata seperti, perhotelan dan restoran dan sektor penerbangan.

Dirinya menerangkan permasalahan utama terkait kurang minatnya wisatawan luar datang ke Berau, karena harga tiket pesawat yang mahal. Sehingga Pemkab Berau harus mencari solusi untuk menormalkan harga tiket tersebut.

“Hal ini yang menyebabkan wisatawan berpikir dua kali untuk datang ke Berau. Oleh sebab itu, permasalahan ini harus menjadi bahan pemikiran Pemkab Berau untuk meningkatkan potensi sektor pariwisata,” ujarnya.

Syarifatul menyebut telah memanggil pihak penerbangan untuk mendatangkan pesawat berukuran besar agar harga tiket pesawat bisa turun dan relatif lebih murah.

“Akan tetapi sampai saat ini belum ditindaklanjuti dari pihak penerbangan. Mungkin perlu kami panggil kembali karena banyak masyarakat yang mengeluhkan,” imbuhnya.

Kemudian, dirinya menyebut sektor lain seperti badan promosi daerah harus berkolaborasi di bawah pariwisata untuk memajukan potensi pariwisata di Kabupaten Berau.

“Saya harap, potensi pariwisata di Kabupaten Berau dapat menjadi salah satu sumber terbesar dalam meningkatkan PAD Berau, karena Kabupaten Berau memiliki potensi yang luar biasa di sektor pariwisata,” tutupnya. (adm/arp)

Editor : uki-Berau Post
#perkebunan