Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Sosialisasi SP4N-LAPOR! Masuk Desa, Giliran Desa Api - Api, Kecamatan Waru

izak-Indra Zakaria • Selasa, 26 September 2023 | 10:21 WIB
SOSIALISASIKAN : Peserta Sosialisasi SP4N Lapor kompak hadir bersama dalam acara yang digelar Diskominfo Kaltim.
SOSIALISASIKAN : Peserta Sosialisasi SP4N Lapor kompak hadir bersama dalam acara yang digelar Diskominfo Kaltim.

PPU - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menggelar sosialiasi Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR!) di Desa Api-Api, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Selasa (12/9).

Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal melalui Pranata Humas Diskominfo Kaltim, Andi Abd Razaq mengatakan kegiatan tersebut dalam rangka mendukung pelaksanaan program Forest Carbon Partnership Facility-Carbon Fund (FCPF-CF). "Dalam kegiatan ini dihadiri sebanyak 65 warga desa memenuhi ruangan pertemuan dan nampak serius mengikuti kegiatan sosialisasi hingga akhir," ucapnya.


“Kami datang ke Desa Api-Api sebagai bagian dari Program FCPF-CF dan sekaligus sosialisasi aplikasi terpusat Nasional SP4N-LAPOR!, ini agar masyarakat bisa melakukan pengaduan terkait hal-hal ketidakpuasan dengan pelayanan pemerintah. Sehingga kita tahu kekurangan dan bisa memberikan pelayanan publik lebih baik,” imbuhnya.

Karena itu, lanjutnya, nanti akan diajarkan cara menggunakan aplikasi ini dan diharapkan setelah itu bisa digunakan oleh masyarakat Desa Api-Api untuk mengadukan terkait pelayanan publik. Tapi, yang perlu diingat juga jenis pelaporan yang bukan ranah pengaduan SP4N-LAPOR! seperti menyangkut hal-hal pribadi. “Masih banyak masyarakat yang kurang memahami atau bahkan tidak mengetahui tentang layanan pengaduan ini. Padahal, semakin banyak pengaduan yang masuk melalui aplikasi, itu menandakan bahwa pemerintah dipercaya oleh masyarakat,” jelas Andi.

Senada, Kepala Desa Api-Api, Sarinah, juga antusias dengan dipercayakannya wilayah mereka ditunjuk sebagai lokasi kegiatan. Menanggapi perihal dana karbon, menurutnya itu komitmen bersama masyarakat. Untuk pelestariannya mengembangkan agrowisata menanam 1000 pohon buah dan tahun depan semakin digencarkan.

“Insya Allah akan kami tetap jaga dan imbau ke masyarakat agar tidak melakukan penebangan pohon dan menanam tanaman lain seperti sawit dan buah-buahan untuk melestarikan lingkungan. Sehingga persentase 70 persen hutan yang masih ada tetap terjaga,” tutupnya. (adv)

Editor : izak-Indra Zakaria
#kominfo