Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Minta Oknum ASN Dipecat

uki-Berau Post • 2023-10-06 21:42:19
Falentinus Keo Meo
Falentinus Keo Meo

TANJUNG REDEB – Beredar kabar adanya oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Berau yang diduga melakukan aksi pelecehan terhadap salah satu Pekerja Tidak Tetap (PTT). Hal ini pun kata Anggota Komisi I DPRD Berau, Falentinus Keo Meo, mencoreng wajah seluruh ASN yang ada di Bumi Batiwakkal.

Falen yang tampak geram mendengar aksi tersebut, meminta agar ASN tersebut dipecat. Menurutnya, sebagai seorang senior wajib memberikan contoh yang baik terhadap junior, bukan malah membuat citra buruk.

“Seorang ASN tentu harus bisa menjadi corong bagi para PTT. Bukan malah berbuat tidak senonoh,” tegasnya.

Ia menegaskan, sesuai dengan ayat (1) Pasal 26 Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS, yang menyatakan PNS yang diduga melakukan pelanggaran disiplin dipanggil secara tertulis oleh atasan langsung untuk dilakukan pemeriksaan. “Jika terbukti, berikan sanksi tegas. Berhentikan, kasian korban, datang ke tempat yang sama setiap hari dan merasakan trauma lagi,” tambahnya.

Falen menambahkan, oknum ASN tersebut jika dibiarkan tentu akan kembali melakukan aksinya. Menurutnya, ini sudah seperti penyakit kronis, dalam suatu instansi. Ia mewanti-wanti kepada kepala dinas agar berani bertindak, dan jangan takut dengan aturan yang berlaku. Jika memang bersalah, segera lakukan penindakan. “Kepala dinas jangan takut. Jangan bersembunyi di balik ASN. Harus tegas,” katanya.

Ia melanjutkan, aksi tak terpuji tersebut harus segera diselesaikan, agar BKPP bisa segera melakukan tindakan, dan korban juga diminta untuk melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian, agar bisa ditindak dengan undang-undang yang berlaku.

“Untuk korban, saya siap berikan pendampingan. Intinya harus berani bersuara. Jangan sampai ada timbul korban lainnya jika dibiarkan,” tuturnya.

Ditekankannya pula, jangan ada kata damai bagi pelaku. Menurutnya, jika menempuh jalur damai, hal ini tentu akan membuat pelaku tidak jera. Maka dari itu, ia meminta korban untuk terus mengupayakan agar pelaku bisa disanksi pecat dan penjara.

“Saya paling tidak suka pelecehan. Jika perlu, dihukum seberatberatnya. Itu manusia rendah, tidak bisa melawan hawa nafsu. Lebih baik diberhentikan,” tutupnya. (hmd/adv/sam)

Editor : uki-Berau Post
#Advertorial