Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Guru Menumpuk di Kota, Minim di Daerah Terpencil

izak-Indra Zakaria • Minggu, 8 Oktober 2023 - 19:07 WIB
ilustrasi guru PNS
ilustrasi guru PNS

ADA alasan di balik syarat penempatan guru yang lolos seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahun ini. Untuk bersedia ditempatkan di sekolah-sekolah di bawah kewenangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim. Mulai tidak meratanya persebaran guru, hingga minimnya pendaftar guru bidang pendidikan tertentu.

Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdikbud Kaltim Armin menjelaskan, saat ini berdasarkan data per 1 Agustus 2023, jumlah guru yang berada di bawah naungan Pemprov Kaltim (SMA/SMK/SLB) berjumlah 8.555 orang. Mencakup guru PNS 4.074 orang, PPPK 1.473 orang, honor provinsi 1.763 orang, dan honor bantuan operasional sekolah daerah (bosda) 755 orang.

“Namun dari angka tersebut, kenyataannya Kaltim masih kekurangan sekitar 3 ribu guru. Artinya secara keperluan, jumlah guru di Kaltim belum terpenuhi,” ujar Armin kepada Kaltim Post, Sabtu (7/10).

Armin menyebut, kurangnya jumlah guru bisa semakin meningkat karena banyak guru yang memasuki masa pensiun. Di sisi lain, makin berkurangnya jumlah guru produktif pada bidang tertentu. Antara lain guru sejarah, geografi, dan sosiologi. Ditambah kurangnya minat calon guru melamar dan mengajar di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

“Sangat kurang. Mereka (guru) banyak yang enggan mengajar di daerah 3T di Kaltim. Lalu, bermunculannya sekolah baru menambah gap jumlah keperluan guru makin tidak terpenuhi. Hingga banyak sekolah baru yang cenderung didominasi tenaga honor,” ungkapnya.

Untuk memenuhi jumlah tersebut, tahun ini dibuka seleksi PPPK dengan jumlah berdasarkan anggaran mampu menampung kuota 2.553 orang. Namun, dalam pendaftaran tahun ini, pihaknya baru menerima 1.600 pelamar. Itu pun semua harus melalui tes dan bisa memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan. Termasuk bersedia ditempatkan di daerah yang ditentukan kepada calon PPPK.

“Karena memang banyak guru yang tidak mau mengajar di daerah 3T tadi. Sehingga, perlu kebijakan agar bisa memeratakan persebaran guru. Jangan sampai, guru menumpuk di kota saja. Dan lewat seleksi PPPK ini, kami memberikan ruang membantu sekolah yang sulit merekrut guru honor melalui dana bosda. Karena statusnya masih minim jumlah murid atau yang lokasinya terpencil,” kata dia.

Menghadapi perkembangan zaman dan era keterbukaan informasi, Armin menyebut pihaknya menaruh atensi kepada kualitas guru. Karena itu, Disdikbud Kaltim rutin mengadakan pelatihan, pembinaan hingga sertifikasi. Selain untuk update ilmu juga menjadi wadah menambah insentif atau tambahan penghasilan pegawai dan tunjangan.

Lalu bagaimana kesejahteraan? Armin mengungkapkan, khusus yang berada di bawah kewenangan Pemprov Kaltim, guru bisa disebut cukup sejahtera. Karena gaji berupa insentif saja untuk honorer sudah di atas upah minimum provinsi (UMP) Kaltim senilai Rp 3,2 juta.

“Seorang guru honorer provinsi minim gajinya Rp 3,4 juta. Sementara, untuk yang ASN itu berjenjang. Bahkan, kami sedang mengusulkan tahun ini menambah tunjangan khusus untuk kepala sekolah. Nilainya sekitar Rp 2,5 juta,” ujarnya.

Namun, Disdikbud Kaltim juga menaruh atensi kepada kepala sekolah. Mengingat belakangan ini meningkat pemberitaan terkait kekerasan di lingkungan sekolah termasuk perundungan, maka menjadi tanggung jawab kepala sekolah jika terjadi kasus.

“Alhamdulillah, saya belum menerima laporan kasus yang di bawah kewenangan provinsi. Bismillah semoga tidak terjadi. Namun sebagai bentuk antisipasi, kami setiap saat selalu mengingatkan kepala sekolah melalui WA (WhatsApp). Termasuk menyisipkan materi antisipasi kasus kekerasan dan perundungan setiap ada kegiatan sosialisasi dan pelatihan,” katanya.

Dia menambahkan, dengan era keterbukaan informasi dan perkembangan zaman saat ini, diperlukan sebuah sistem yang mampu mencegah dan menangani persoalan-persoalan yang dihadapi sekolah.

Untuk itu, pekan ketiga Oktober, Disdikbud Kaltim akan mengadakan pertemuan dengan seluruh kepala sekolah SMA/SMK/SLB. Berupa kegiatan workshop penyusunan standar pelayanan di sekolah secara operasional. Salah satu yang dibahas adalah pelayanan kepada anak didik.

“Di mana dari banyak kasus, perundungan di sekolah terjadi saat adanya jam pelajaran kosong. Selebihnya terjadi di luar sekolah. Nah, kalau terjadi di sekolah ini tanggung jawab sekolah, artinya kepala sekolah. Ini atensi kami. Harus tegas. Kalau kepala sekolah tidak sanggup, silakan mengundurkan diri,” ungkapnya.

PERHATIAN UNTUK GURU

Data tahun 2023, jumlah guru dan kepala sekolah di Indonesia sebanyak 2.869.186 orang. Baik yang berstatus PNS maupun non-PNS. Dari jumlah tersebut, 1,2 juta guru atau 44,5 persen sudah bersertifikat pendidik.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menyebut, hasil rapat konsinyasi antara komisinya dengan Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi pada 2 September 2023 lalu menggambarkan arah kebijakan pemerintah terhadap guru di 2024. Salah satunya melalui kualitas dan relevansi pendidikan. Melalui program prioritas merdeka belajar.

“Seperti program guru penggerak, pendidikan profesi guru, penataan rekrutmen guru ASN PPPK, diklat berjenjang, guru pembimbing khusus sampai pengembangan karier. Termasuk bagaimana melaksanakan PPG (Pendidikan Profesi Guru) Prajabatan sebagai program pendidikan profesi untuk mencetak generasi baru guru-guru Indonesia,” ungkap Hetifah. Untuk itu, khusus untuk Ditjen GTK, disiapkan pagu anggaran 2024 sebesar total Rp 5 triliun.

Menurut politikus Golkar tersebut, pada umumnya, kondisi guru di Indonesia dapat bervariasi tergantung pada berbagai faktor, termasuk lokasi, tingkat pendidikan, jenis sekolah, dan banyak faktor lainnya. Beberapa aspek umum yang dapat memengaruhi kondisi guru di Indonesia.

“Kita tidak bisa menggeneralisasi nasib guru. Dari sisi gaji saja di Indonesia bervariasi. Semua daerah sama berdasarkan tingkat pendidikan, pengalaman, dan lokasi. Gaji guru sering kali dianggap kurang memadai dibandingkan dengan biaya hidup, terutama di daerah perkotaan,” ungkap legislator asal Kaltim itu.

Begitu pula dengan fasilitas. Kondisi fasilitas sekolah, seperti gedung sekolah, peralatan pengajaran, dan sarana pendidikan, dapat bervariasi dari satu daerah ke daerah lainnya. Sementara untuk beban kerja, guru di Indonesia sering kali memiliki beban kerja yang cukup besar. Terutama, di daerah dengan jumlah siswa yang banyak. “Mereka perlu mengajar banyak mata pelajaran dan melaksanakan tugas-tugas administratif,” ucapnya.

Selain program yang sudah disusun untuk 2024, kata Hetifah, sudah banyak upaya yang dilakukan untuk peningkatan kualitas dan kuantitas guru. Mulai dari peningkatan kualifikasi melalui program-program pelatihan dan pendidikan lanjutan. “Namun, ada tantangan dalam mencapai peningkatan kualifikasi yang merata di seluruh negeri,” sebutnya.

Begitu pula ketersediaan sumber belajar. Kata dia, akses guru terhadap sumber-sumber belajar yang mutakhir juga dapat bervariasi. Hal ini terkait dengan tingkat perkembangan teknologi dan akses internet di berbagai daerah. Pemerintah sendiri berupaya untuk mengembangkan kurikulum yang relevan dan meningkatkan standar pendidikan. Guru harus beradaptasi dengan perubahan ini. Terpenting, profesionalisme guru menjadi fokus penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

“Selamat Hari Guru Sedunia. Memperingati Hari Guru Internasional adalah kesempatan yang baik untuk menghargai dan memberikan penghormatan kepada guru-guru atas peran penting mereka dalam pendidikan dan pembentukan masa depan generasi muda,” ucap Hetifah. (rom/k15)

 

Sebaran Guru TK di Kaltim

Kabupaten/Kota Sekolah Negeri Sekolah Swasta Jumlah

Paser 101 orang 532 orang 633 orang

Kutai Barat 28 orang 601 orang 629 orang

Kutai Kartanegara 180 orang 1.306 orang 1.486 orang

Kutai Timur 237 orang 717 orang 954 orang

Berau 166 orang 374 orang 540 orang

Penajam Paser Utara 22 orang 279 orang 301 orang

Mahakam Ulu 9 orang 214 orang 223 orang

Balikpapan 126 orang 1.014 orang 1.140 orang

Samarinda 16 orang 555 orang 571 orang

Bontang 23 orang 356 orang 379 orang

Total 908 orang 5.948 orang 6.856 orang

 

===================================================

 

Sebaran Guru SD di Kaltim

Kabupaten/Kota Sekolah Negeri Sekolah Swasta Jumlah

Paser 2.193 orang 196 orang 2.389 orang

Kutai Barat 2.174 orang 165 orang 2.339 orang

Kutai Kartanegara 5.330 orang 484 orang 5.814 orang

Kutai Timur 2.647 orang 584 orang 3.231 orang

Berau 2.205 orang 147 orang 2.352 orang

Penajam Paser Utara 1.216 orang 134 orang 1.350 orang

Mahakam Ulu 452 orang 10 orang 462 orang

Balikpapan 2.484 orang 633 orang 3.145 orang

Samarinda 3.114 orang 910 orang 4.024 orang

Bontang 601 orang 405 orang 1.006 orang

Total 22.416 orang 3.696 orang 26.112 orang

 

=====================================================

 

Sebaran Guru SMP di Kaltim

Kabupaten/Kota Sekolah Negeri Sekolah Swasta Jumlah

Paser 850 orang 83 orang 933 orang

Kutai Barat 820 orang 150 orang 970 orang

Kutai Kartanegara 1.653 orang 366 orang 2.019 orang

Kutai Timur 992 orang 260 orang 1.252 orang

Berau 903 orang 82 orang 985 orang

Penajam Paser Utara 445 orang 83 orang 528 orang

Mahakam Ulu 311 orang 8 orang 319 orang

Balikpapan 952 orang 505 orang 1.457 orang

Samarinda 1.481 orang 480 orang 1.961 orang

Bontang 248 orang 235 orang 483 orang

Total 8.655 orang 2.252 orang 10.907 orang

 

================================================

 

Sebaran Guru SMA di Kaltim

Kabupaten/Kota Sekolah Negeri Sekolah Swasta Jumlah

Paser 372 orang 32 orang 404 orang

Kutai Barat 371 orang 30 orang 401 orang

Kutai Kartanegara 920 orang 150 orang 1.070 orang

Kutai Timur 460 orang 17 orang 477 orang

Berau 408 orang 65 orang 473 orang

Penajam Paser Utara 199 orang 29 orang 228 orang

Mahakam Ulu 98 orang 7 orang 105 orang

Balikpapan 477 orang 239 orang 716 orang

Samarinda 707 orang 299 orang 1.006 orang

Bontang 135 orang 180 orang 315 orang

Total 4.147 orang 1.048 orang 5.195 orang

 

 

=======================================================

 

Sebaran Guru SMK di Kaltim

Kabupaten/Kota Sekolah Negeri Sekolah Swasta Jumlah

Paser 221 orang 103 orang 324 orang

Kutai Barat 189 orang 82 orang 271 orang

Kutai Kartanegara 491 orang 399 orang 890 orang

Kutai Timur 336 orang 151 orang 487 orang

Berau 213 orang 89 orang 302 orang

Penajam Paser Utara 225 orang 66 orang 291 orang

Mahakam Ulu - 22 orang 22 orang

Balikpapan 498 orang 421 orang 919 orang

Samarinda 1.036 orang 389 orang 1.425 orang

Bontang 196 orang 126 orang 322 orang

Total 3.405 orang 1.848 orang 5.253 orang

Editor : izak-Indra Zakaria