Kelompok bersenjata Palestina yang dikenal dengan Hamas melakukan serangan ke wilayah Israel pada Sabtu (7/10).
Serangan yang dilakukan oleh Kelompok Hamas di klaim oleh pembela kedaulatan negara Palestina itu sedikitnya warga Israel yang meninggal berjumlah 100 orang.
Bukan hanya menyebabkan warga Israel tewas, Kelompok Hamas juga mengakui telah menyandera puluhan orang yang yang melakukan perjalanan dari kedua negara yang berseteru itu.
Penyerangan yang dilakukan oleh Kelompok Hamas Terhadap wilayah Israel itu dilakukan dengan menggunakan teknik penyamaran.
Penyamaran yang dilakukan oleh Kelompok Hamas yaitu dengan berpura-pura masuk ke Wilayah Israel dengan baik-baik.
Pasukan Kelompok Hamas itu kemudian melakukan serangan dengan membabi buta sehingga banyak korban yang berjatuhan.
Bukan hanya serangan dari dekat dari Wilayah Israel penyerangan yang dilakukan oleh Kelompok Hamas.
Senjata Roket yang dikendalikan dari wilayah Gaza, Palestina juga dikerahkan.
Penembakan bertubi-tubi senjata roket dari Gaza, Palestina yang menyerang wilayah Israel itu disinyalir juga menyebabkan banyaknya korban jiwa yang terkena senjata perang itu.
Serangan yang dilakukan oleh Kelompok Hamas terhadap wilayah Israel membuat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan tegas mengambil sikap untuk berperang melawan kelompok itu.
Menurut, Benjamin Netanyahu serangan yang dilakukan oleh Kelompok Hamas mendapat dukungan dari Negara Iran.
Atas serangan yang dilakukan oleh Kelompok Hamas terhadap wilayahnya, Benjamin Netanyahu menyatakan perang dan membalas serangan dari berbagai titik.
Titik yang menjadi fokus militer Israel untuk membalas Kelompok Hamas di Gaza, Palestina dengan mengaktifkan pangkalan militer untuk melakukan serangan ke Kelompok Hamas itu.
Pengerahan pasukan tentara Israel di pangkalan militer antar perbatasan dea dengan Gaza, Palestina itu lantaran Benyamin Netanyahu ingin membalas perbuatan dari Kelompok Hamas.
“Musuh kita akan membayar harga yang belum pernah diketahui sebelumnya,” kata PM Israel Benjamin Netanyahu dikutip dari Reuters.
Menurut, Benjamin Netanyahu pasca penyerangan yang dilakukan oleh Kelompok Hamas terhadap wilayah Israel, dirinya menyebut keduanya secara otomatis sedang berperang.
Benjamin Netanyahu optimis, kendati serangan yang dilakukan oleh negaranya merupakan tindakan balasan dari Kelompok Hamas, dirinya percaya pasukannya akan memenangkan pertempuran itu.
“"Kami sedang berperang dan kami akan memenangkannya," lanjut PM Israel Benjamin Netanyahu.
Setelah mengambil sikap untuk berperang dengan Kelompok Hamas, Pasukan Tentara Israel kemudian melakukan serangan ke Wilayah Gaza, Palestina.
Akibat serangan yang dilakukan oleh pasukan tentara Israel itu mengakibatkan munculnya ledakan begitu kencang di wilayah Gaza, Palestina akibat serangan udara dari tentara Israel.
Pasca ledakan itu, banyak warga Gaza, Palestina yang terluka sehingga dibawa ke Rumah Sakit untuk mendapat pertolongan dari pihak medis.
Bukan hanya tentara udara Israel yang melakukan serangan, pasukan tentara laut Israel juga melakukan pembunuhan terhadap militan Hamas yang menyeberang melalui laut.
Menurut Pejabat Kesehatan Hamas, akibat serangan balasan dari Tentara Israel terhadap kelompok militan Hamas, sedikitnya ada 198 warga Palestina yang dinyatakan meninggal.
Dikutip dari Reuters, penyerangan Kelompok Hamas terhadap wilayah Israel didorong oleh Tentara Israel yang sering melakukan serangan ke wilayah Gaza, Palestina.
Bukan hanya itu, warga Palestina yang ditahan di Negara Israel juga meningkatkan amarah kelompok Hamas untuk melakukan serangan ke Wilayah Israel.
“Ini adalah hari pertempuran terbesar untuk mengakhiri pendudukan terakhir di bumi,” kata komandan militer Hamas Mohammed Deif dikutip dari reuters ***
Editor : izak-Indra Zakaria