Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Vaksin COVID Baru masih Sulit Ditemukan bagi Sebagian Masyarakat Amerika Serikat

izak-Indra Zakaria • 2023-10-09 11:38:14
Sebuah papan iklan yang menunjukkan vaksin COVID tersedia di Apotek Walgreens, Somerville, Massachusetts, Amerika Serikat pada 14 Agustus 2023. (Sumber: REUTERS/Brian Snyder)
Sebuah papan iklan yang menunjukkan vaksin COVID tersedia di Apotek Walgreens, Somerville, Massachusetts, Amerika Serikat pada 14 Agustus 2023. (Sumber: REUTERS/Brian Snyder)

 Masyarakat Amerika sudah mulai bersiap untuk mendapatkan vaksin COVID versi terbaru.

Tetapi beberapa minggu setelah peluncurannya, beberapa orang mengatakan mereka masih kesulitan mendapatkannya.

Para pencari vaksin juga mengatakan bahwa mereka terkejut dengan permintaan pembayaran dimuka sebesar USD 150-200 atau setara dengan Rp 2,3-3,1 juta.

Hal ini dilakukan karena pemerintah Amerika Serikat telah menyerahkan urusan vaksin kepada perusahaan swasta termasuk pembuatan vaksin, apotek, dan rencana asuransi untuk menangani distribusi, administrasi, dan pembayaran.

Banyak orang Amerika yang sangat ingin mendapatkan vaksinasi setelah kasus COVID-19 meningkat di sebagian besar negara itu pada September.

Sekitar empat juta orang menerima suntikan vaksin Pfizer/BioNTech atau Moderna yang diperbarui pada September, dan 12 juta dosis telah dikirimkan, menurut data dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat.

Pemerintah Amerika Serikat telah merekomendasikan semua orang di negara itu yang telah berusia 6 bulan ke atas untuk menerima vaksin.

Kate MacDowell, seorang wiraswasta 50 tahun yang tinggal di Portland, Oregon, mengatakan janji vaksinnya dibatalkan oleh penyedia layanan kesehatannya, Kaiser Permanente, dan tidak bisa mendapatkan vaksin lagi selama hampir sebulan.

Dia dan suaminya membatalkan perjalanan ke luar negeri pada akhir September karena mereka tidak dapat menemukan vaksin tersebut, dilansir dari Reuters.

"Dulu meskipun langka, Anda bisa menemukan beberapa tempat yang bisa datangi untuk mendapat vaksin," kata MacDowell.

"Ada pemerintah federal atau departemen kesehatan daerah yang meminta Anda untuk segera mendapat vaksin, dan sekarang itu tidak mungkin,” lanjutnya.

 

Pemerintah Amerika Serikat pada Mei telah mengakhiri deklarasi darurat kesehatan masyarakat untuk COVID, yang mana pemerintah membeli vaksin tersebut dan memberikannya kepada seluruh warganya secara gratis.

Selain sulitnya mendapat vaksin COVID yang telah diperbarui, peraturan negara bagian tentang pemberian vaksin untuk anak kecil memiliki regulasi yang berbeda-beda.

James Daily, seorang pengembang perangkat lunak berusia 43 tahun dari Readington, New Jersey, membayar hampir USD 600 atau setara dengan Rp 9,3 juta bulan lalu untuk mendapatkan suntikan untuk dirinya, istri, dan putri sulungnya.

Sementara ia mengatakan cukup mendapat kesulitan ketika mencari janji temu untuk vaksin yang diberikan kepada putrinya itu. (*)

 

Editor : izak-Indra Zakaria
#Mancanegara