SAMARINDA–Pemkot Samarinda berencana membenahi sistem transportasi menuju Samarinda Seberang dengan membangun dermaga tahun depan.
Pembangunan dermaga juga bertujuan untuk akses masuk ke kawasan objek wisata. “Kami lihat daerah mana yang bisa ditambati kapal, di situ dijadikan dermaga,” ungkap Camat Samarinda Seberang Aditya Koesprayogi.
Aditya juga menjelaskan, kawasan yang direncanakan menjadi objek wisata itu memang masih menyimpan banyak sejarah yang bisa menunjang destinasi wisata religi dan budaya. “Jadi memang diharuskan ada kegiatan pembenahan untuk menghidupkan kembali wilayah tersebut,” tambahnya.
Dinas Perhubungan (Dishub) turut andil atas perencanaan tersebut. Melalui Aditya, Dishub memaparkan akan meningkatkan produktivitas transportasi di Samarinda Seberang. “Jadi nanti dibuat shelter-shelter untuk kendaraan kecil untuk area objek wisata. Kami belum mendapat informasi yang jelas shelter-nya berupa apa, tapi menurut gambaran kami, mungkin mobil golf atau becak,” ungkapnya.
Hal itu dilakukan karena menurutnya kurang elok bila pengunjung wisata nantinya hanya berjalan kaki. Jadi, ketika bersandar di dermaga, para wisatawan dapat langsung terkoneksi dengan situs budaya lainnya di Samarinda Seberang seperti Rumah Tua, Kampung Tenun, Masjid Sirathal Mustaqiem, Makam Daeng Mangkona, dan Kampung Ketupat. Jadi, daerah itu menjadi satu zona eksklusif bagi wisata di Samarinda Seberang.
“Sejauh ini untuk detail engineering design (DED) sudah dipersiapkan Dishub. Kami di kecamatan mendapatkan porsi untuk mendata warga yang saat ini bermukim di kawasan dermaga tersebut untuk diperkirakan dan perhitungkan ganti rugi atau bagi hasil sesuai dengan keinginan mereka,” terangnya.
Mengenai pemberdayaan untuk usaha mikro kecil dan menengah di daerah tersebut, pekan lalu Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) sudah berkunjung dan melihat peluang itu. “Kami berterima kasih sekali karena dibukakan peluang bagi warga untuk diadakannya pelatihan-pelatihan yang sekiranya menunjang keberadaan wisata nanti, sampai tour guide juga nanti ada pelatihannya,” pungkasnya. (adv/ky)
Editor : izak-Indra Zakaria