Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Perkenalkan Aji Khalida Zia, Putri Pariwisata Kaltim 2023

izak-Indra Zakaria • Jumat, 27 Oktober 2023 - 18:39 WIB
BANGGAKAN DAERAH: Aji Khalida Zia saat dinobatkan sebagai Putri Pariwisata Kaltim 2023 pada malam pemilihan, Sabtu (30/9) di Hotel Mercure Samarinda.
BANGGAKAN DAERAH: Aji Khalida Zia saat dinobatkan sebagai Putri Pariwisata Kaltim 2023 pada malam pemilihan, Sabtu (30/9) di Hotel Mercure Samarinda.

TANA PASER - Aji Khalida Zia (19) dinobatkan sebagai Putri Pariwisata Kaltim 2023 pada Sabtu (30/9) lalu. Zia sapaan akrabnya, sebelumnya pada Juli lalu, terpilih sebagai Putri Pariwisata Paser 2023 dan dikirim ke provinsi untuk bersaing dengan peserta lainnya dari seluruh Kaltim.

Mahasiswi semester 4 STIE Widya Praja Tanah Grogot itu kini mengemban tugas besar ke depan. Tak hanya mempromosikan Paser namun juga Kalimantan Timur di mata nasional dan internasional.

Zia sudah melakukan persiapan matang mengikuti kontes ini. Dia sangat bersyukur dengan prestasi saat ini dan berharap bisa membawa banyak prestasi untuk Kaltim ke depan.

Saat ini, Zia memiliki program “One Day to Remember”, yaitu menggunakan fotografi dan videografi untuk bisa menyebarkan informasi yang berkaitan kepariwisataan dan bekerja sama dengan media konvensional di daerah.

"Semoga sektor pariwisata di Kaltim terbantu dengan kehadiran IKN (Ibu Kota Negara di Sepaku)," kata Zia, Selasa (3/10).

Salah satu juri yang menilai, Rina Juwita, mengatakan ada 4B yang jadi penilaian. 4B adalah brain, beauty, behavior, dan brave. Rina juga menambahkan, penilaian yang terlihat pada grand final itu hanya 30 persen. Penilaian lainnya sudah dilakukan sejak masa karantina.

Seperti attitude, cara berinteraksi, bakat yang mereka miliki, kemudian ada tes tertulis, juga ada in-depth interview yang dilakukan para juri sebelum malam grand final.

Perbedaan penilaian tahun ini dengan sebelumnya adalah jika tahun lalu ketika lima besar dan tiga besar ada banyak pertanyaan dari para juri dan juri kehormatan.

"Untuk tahun ini, ada motion challenge yang menjadi tantangan untuk para finalis untuk bisa mengasah kemampuan berpikir kritis mereka,” kata dosen ilmu komunikasi, Fisipol, Universitas Mulawarman, Samarinda, itu. (jib/far/k15)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Dispar