Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Minggu Hilang, Senin Ditemukan

uki-Berau Post • Selasa, 31 Oktober 2023 | 19:45 WIB
DITEMUKAN: Korban tenggelam di Gunung Tabur yang menghilang sejak Minggu (29/10) lalu itu ditemukan pada Senin (30/10) dalam kondisi meninggal dunia.
DITEMUKAN: Korban tenggelam di Gunung Tabur yang menghilang sejak Minggu (29/10) lalu itu ditemukan pada Senin (30/10) dalam kondisi meninggal dunia.

TANJUNG REDEB – Seorang anak berusia 14 tahun dilaporkan hilang sejak Minggu (29/10) di Sungai Segah. Bocah yang tinggal di Gunung Tabur itu diketahui akhirnya ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 17.00 Wita, Senin (30/10).

Kapolsek Gunung Tabur, AKP Amin Maulani mengatakan, korban ditemukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Polsek Gunung Tabur, Ol Airud, Personel BPBD, Basarnas hingga TNI setempat. Korban ditemukan berada di sekitar lokasi tenggelamnya korban.

“Sudah ditemukan Senin sore, sekira pukul 16.40 Wita. Kondisinya meninggal dunia,” ujarnya, Senin (30/10).

Bocah tersebut kemudian dievakuasi dengan menggunakan kantong mayat, untuk dibawa ke rumah duka. Dalam foto pencarian yang beredar, korban ditemukan dalam keadaan utuh.

Evakuasi ke RSUD dr Abdul Rivai untuk dilakukan visum, dan setelah itu diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” jelasnya.

Dikatakannya juga, tenggelamnya korban tersebut saat sedang berenang bersama rekannya. Karena sudah tidak kuat berenang, bocah itu kemudian terbawa arus dan tenggelam di tepian Sungai Segah, Jalan Laksamana RT 05 Kelurahan Gunung Tabur.

“Dari keterangan saksi, korban terlihat sempat meminta tolong. Saksi ini sempat berusaha menolong, tapi karena kehabisan napas, saksi tidak dapat menolong korban,” ujarnya.

Kemudian, saksi pulang ke rumah dan melaporkan kejadian itu kepada orangtua korban dan dilaporkan ke Polsek Gunung Tabur.

Dengan ditemukannya bocah itu, maka proses pencarian yang dilakukan tim gabungan, secara resmi berakhir.

Amin mengimbau kepada masyarakat yang bermukim di pinggiran sungai, untuk selalu mawas diri dan memantau anak maupun keluarganya ketika bermain di sekitar sungai.

Dirinya tidak menyarankan, masyarakat untuk bermainmain di wilayah pinggiran sungai, terlebih tidak dibekali dengan kemampuan renang yang baik.

“Kejadian ini semoga membuat kita lebih mawas diri. Dan jangan sampai kejadian ini kembali terjadi,” pungkasnya. (sen/arp)

Editor : uki-Berau Post
#Peristiwa