Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tangani Daerah Rawan Longsor

izak-Indra Zakaria • Jumat, 3 November 2023 | 09:26 WIB
Reza Dipa Pradeka
Reza Dipa Pradeka

BALIKPAPAN–Letak geografis Kelurahan Prapatan yang berbukit, membuat kawasan itu rawan bencana, khususnya tanah longsor. Hal itu diakui Lurah Prapatan Reza Dipa Pradeka. Menurutnya, kerawanan itu terjadi mengingat medan yang rata-rata berbukit serta kontur tanahnya yang mayoritas pasir. "Itu dari Prapatan Dalam hingga Pelayaran dan perbatasan Pertamina itu didominasi pasir," ungkapnya.

Untuk penanganan mitigasi, pihaknya kerap melakukan sosialisasi dan edukasi kepada warga yang berada di permukiman tersebut. "Memang agak susah karena bangunan yang ada di kawasan itu sudah lama berdiri. Kalau rawan ya memang begitu. Memberikan edukasi berkala sering dilakukan. Bagaimana nanti apabila terjadi pergerakan tanah, segera lapor untuk penanganan," tuturnya.

Selain itu, pihaknya sering mengimbau kepada RT yang ada di kawasannya agar bila terjadi drainase rusak, diminta segera melapor. "Bila kerusakannya skala kecil mungkin bisa swadaya. Tapi kalau besar masukkan program pemerintah. Karena drainase penting dirawat, bila rusak airnya bisa menggerus, sehingga berpotensi longsor," ujarnya.

Hal itu diklaim efektif, mengingat tahun ini longsor berkurang dengan membenahi drainase. "Kami juga selalu perjuangkan untuk pembangunan drainase di kawasan rawan longsor, seperti Pager Ijo yang sangat rawan dan tidak ada drainase. Itu tempatnya di atas dari dulu parit alami," ungkapnya. "Jadi saya usaha dengan anggaran yang ada, alhamdulillah bisa dikerjakan. Itu sekaligus memperbaiki parit yang ada di sekitarnya," sambungnya.

Di kawasan tersebut terdapat drainase yang patah, sehingga mudah menyebabkan longsor. Untuk menangani itu, pihaknya memasang pipa saluran air agar tidak kembali patah. "Memang butuh perhatian untuk daerah atas itu. Namun, tentu butuh anggaran yang besar, kemudian untuk masuk mengerjakan juga memang susah," jelasnya. Fokusnya lebih ke drainasenya untuk diperbaiki, pihaknya juga koordinasi dengan Pertamina untuk memecah jalur air di kawasan perbukitan.

"Sehingga air tidak masuk ke permukiman warga kami, langsung ke RDMP. Karena mereka membuat bak kontrol air. Sehingga air tidak langsung ke tempat kami, dan itu sudah berjalan," paparnya. Selain itu, pihaknya memiliki relawan untuk mitigasi yang selalu siap jika terjadi bencana. "Saya bentuk langsung tinggal menunggu surat keputusan (SK), dan itu setiap RT. Jadi apabila ada bencana mereka sudah siap," pungkasnya. (pms/dra/k8)

 

SUPRIYONO LUPUS

@queenzalikalila0917

 

 

Editor : izak-Indra Zakaria