PENAJAM- Universitas Gunadarma bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Pertanian, menggelar diskusi dalam program pembinaan usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) berbasis kemitraan yang didukung oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kemendikbudristek, Jumat (3/11).
Kegiatan yang dihelat di Kampus Universitas Gunadarma PSDKU PPU itu dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menteri PMK) Muhadjir Effendy. Hadir pula sebagai narasumber dalam memberikan materi Didik Kurniadi dari Dinas Pertanian PPU dan guru besar dari IPB University Fachriyan H Pasaribu. Ajang ini diikuti 35 peserta.
Pj Bupati PPU Makmur Marbun menyebutkan, diskusi tersebut berhubungan dengan usaha meningkatkan produktivitas pada peternakan ayam dari sisi sumber daya manusia, kandang, pakan dan minum, serta obat dan vitamin. Tentu hal tersebut dapat menjadi peluang masyarakat PPU. Apalagi PPU memiliki potensi besar sebagai penyuplai daging untuk Ibu Kota Nusantara (IKN) di masa depan.
"Kita tidak boleh diam. Perguruan tinggi harus bisa melihat apa sesungguhnya yang diperlukan oleh bangsa dan pemerintah baik provinsi dan juga kabupaten," kata Marbun.
Salah satu yang diliriknya adalah SDM. Jika tida segera menciptakan SDM-nya, bagaimana menghadapi hadirnya IKN, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan. Diketahui proyeksi migrasi atau mobiliasi penduduk tentu tinggi seiring dengan pembangunan IKN. "Perlu kesinambungan pasokan pangan, termasuk daging ayam salah satunya," ujarnya.
Dirinya berharap peluang tersebut dapat mulai ditangkap oleh pelaku usaha di PPU. Karena, kualitas tenaga kerja lokal menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam membangun daerah. (kim/adv/pro)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan Pj Bupati PPU Makmur Marbun menyebutkan, diskusi tersebut berhubungan dengan usaha meningkatkan produktivitas pada peternakan ayam dari sisi sumber daya manusia, kandang, pakan dan minum, serta obat dan vitamin. Tentu hal tersebut dapat menjadi peluang masyarakat PPU. Apalagi PPU memiliki potensi besar sebagai penyuplai daging untuk Ibu Kota Nusantara (IKN) di masa depan.
"Kita tidak boleh diam. Perguruan tinggi harus bisa melihat apa sesungguhnya yang diperlukan oleh bangsa dan pemerintah baik provinsi dan juga kabupaten," kata Marbun.
Salah satu yang diliriknya adalah SDM. Jika tida segera menciptakan SDM-nya, bagaimana menghadapi hadirnya IKN, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan. Diketahui proyeksi migrasi atau mobiliasi penduduk tentu tinggi seiring dengan pembangunan IKN. "Perlu kesinambungan pasokan pangan, termasuk daging ayam salah satunya," ujarnya.
Dirinya berharap peluang tersebut dapat mulai ditangkap oleh pelaku usaha di PPU. Karena, kualitas tenaga kerja lokal menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam membangun daerah. (kim/adv/pro)