Setelah kick off meeting, Bappeda Litbang menggelar konsultasi publik dalam penyusunan awal rencana program jangka panjang daerah (RPJPD) Balikpapan 2025–2045.
SESUAI agenda, konsultasi publik urusan dalam penyusunan awal RPJPD Balikpapan 2025–2045. berlangsung di Grand Sudirman Balikpapan, Senin (6/11). Hadir sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemkot Balikpapan beserta stakeholder terkait.
Kepala Bappeda Litbang Murni mengatakan, konsultasi publik ini merupakan rangkaian untuk menjaring isu strategis dari seluruh stakeholder di luar OPD. “Karena mereka yang mengetahui permasalahan di lapangan,” katanya.
Tak hanya lewat konsultasi publik, Bappeda Litbang akan turun bertemu dengan komunitas remaja, perempuan, lansia, dan sebagainya. Tujuannya menjaring seluruh saran. Sehingga dokumen RPJPD 2025–2045 bisa mewakili semua pendapat mulai dari anak-anak sampai lansia.
Murni menjelaskan, informasi dari konsultasi publik ini menjadi bahan bagi OPD masuk pada tahap selanjutnya yakni penyusunan arah kebijakan dan sasaran pokok RPJPD 2025–2045. Pihaknya harus menyelesaikan dokumen RPJPD dalam waktu enam bulan ke depan atau Juni sudah harus digunakan.
“Artinya Februari atau Maret 2024 sudah harus selesai dalam bentuk perda. Saya hanya punya waktu sekitar tiga bulan lagi untuk menyelesaikan rancangan awal ini,” ujarnya. Dia menambahkan, RPJPD juga menjadi bahan dalam Pilkada 2024 mendatang. Bappeda Litbang menyiapkan dulu dokumen sebagai panduan bagi calon kepala daerah.
Misalnya bagaimana RPJPD masuk penyusunan rencana calon pimpinan daerah. “Supaya ada guidance dan berkelanjutan dari RPJPD sampai RPJMD,” ungkapnya. Ada 11 super-prioritas yang menjadi pembahasan. Mulai masalah kesehatan, pendidikan, infrastruktur, air bersih, dan lainnya.
Sementara ini, pihaknya baru menyampaikan rumusan awal. Maka dikumpulkan stakeholder untuk menerima masukan dan saran. “Selanjutnya nanti masuk dalam tahapan rumusan setiap OPD dan ada pada rancangan akhir RPJPD. Targetnya Mei selesai,” ungkapnya.
Bappeda Litbang menggandeng pendamping untuk membantu menyusun saran dan masukan stakeholder. Danang selaku pendamping mengatakan, nanti semua masukan dan saran akan dituangkan dalam rumusan RPJPD. “Lalu dibahas oleh Bappeda dan kepala daerah. RPJPD harus sejalan dengan visi-misi RPJPN,” tandasnya. (ms/k8)
DINA ANGELINA
dinaangelina6@gmail.com
Editor : izak-Indra Zakaria