Wilayah Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara diserang oleh pasukan Israel (IDF) dengan 11 rudal, kata Dikerkut RS Indonesia, Atef Kahlout.
Akibat serangan Israel dengan rudal pada Jumat (10/11) menurut Waktu Indonesia, Rumah Sakit Indonesia hancur sebagian, dilansir dari Al Jazeera.
Video bombardir Israel terhadap Rumah Sakit Indonesia menunjukkan cahaya terang muncul di langit gedung rumah sakit, tempat ribuan pengungsi warga Palestina berlindung.
Video tersebut juga menunjukkan orang-orang dengan panik melarikan diri dari halaman luar rumah sakit, tempat tenda didirikan, menuju bagian dalam gedung untuk berlindung.
Sedangkan sumber Middle East Monitor menyebutkan, bahwa Rumah Sakit Indonesia di wilayah Utara Gaza menjadi sasaran pemboman intensif Israel. Sebelumnya, pihak Israel menuduh Rumah Sakit Indonesia beri akses kepada Hamas. Israel mengklaim ada tunnel atau terowongan bawa tanah di RS Indonesia untuk tempat operasi persembunyian Hamas.
Sempat beredar di media sosial X video yang menunjukkan sebuah lubang bawa tanah berbentuk kotak di samping sebuah bangunan, yang diklaim oleh Israel sebagai pintu masuk lorong bawa tanah yang ada di RS Indonesia. Selain itu, pihak Israel juga menuduh, bahwa Rumah Sakit Indonesia di Gaza menyimpan solar di lorong bawa tanah untuk digunakan Hamas.
Pihak Indonesia Beri Bantahan
Ketua Presidium MER-C Indonesia, Sarbini Abdul Murad membantah tuduhan yang dilancarkan oleh pihak militer Israel atau IDF tersebut. Melalui kanal Youtube MER-C Indonesia pada Senin (6/11), jajaran Presidium MER-C Indonesia memberikan klarifikasi dan bantahan, bahwa tuduhan Israel tidaklah benar.
“Dalam beberapa kesempatan, Israel mencoba melakukan satu kebohongan publik, yang seakan-akan Rumah Sakit Indonesia ada menyimpan atau membuat seperti bunker yang menyimpan solar,” kata Sarbini Abdul Murad. “Kami membantah pada kesempatan ini, bahwa kita dalam membangun rumah sakit ini dalam konteks benar-benar profesional dan itu sesuai dengan kebutuhan masyarakat Gaza,” lanjutnya.
Kemudian MER-C Indonesia menduga, bahwa tuduhan Israel yang tidak bisa diterima itu adalah sebagai langkah pembenaran untuk melancarkan roket ke Rumah Sakit Indonesia di Gaza.
“Apa yang dituduhkan oleh Israel bisa jadi merupakan satu prakondisi Israel untuk melancarkan serangan ke Rumah Sakit Indonesia yang ada di Gaza,” tuturnya. (jpc)
Editor : izak-Indra Zakaria