TANJUNG REDEB – Rencana pembangunan sentra Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Bumi Batiwakkal sebuatan Kabupaten Berau yang sempat digaungkan sejak beberapa tahun lalu belum bakal terealisasi.
Dijelaskan Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita, wacana tersebut belum ada kepastian kapan akan dibangun. Namun pihaknya masih terus mengejar agar pembangunan tersebut bisa segera terealisasi. “Sesegara mungkin agar dapat terealisasi untuk pembangunan UMKM Center tersebut,” ujarnya kepada awak media belum lama ini.
Diakuinya, beberapa waktu lalu memang sudah ada kepastian tempat untuk pembangunannya yakni di Jalan Singkuang. Namun, berjalannya waktu ternyata lahan tersebut akan digunakan oleh Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Batiwakkal.
“Ternyata lahan yang ada di Singkuang itu dialihkan untuk PDAM, sehingga kita menunggu dari dimana lokasi UMKM Center nantinya,” papar dia.
Ditegaskan, pihaknya sudah mengajukan untuk pembangunan pusat UMKM tersebut. Tetapi, untuk tindak lanjutnya akan pihaknya bicarakan lagi bersama dengan OPD terkait. “Intinya kita sudah mengajukan, dan kami juga akan terus melakukan koordinasi dengan Bupati Berau Sri Juniarsih,” tandasnya.
Adanya hal ini juga mendapat perhatian Ketua Dekranasda Berau, Sri Aslinda Gamalis, dirinya turut mempertanyakan kapan UMKM Center tersebut bisa direalisasikan. Menurut Sri Aslinda, pusat UMKM rencananya akan dibangun di kawasan Singkuang. Tepatnya memanfaatkan bentaran sungai, dengan mengusung konsep berbelanja susur sungai.
Dikatakannya pembangunan pusat UMKM ini menjadi hal yang vital. Ditambah, dengan cita-cita Bumi Batiwakkal untuk mendatangkan para pelancong dengan meningkatkan pariwisata unggul.
Oleh karena itu, UMKM Center diharapkan dapat memudahkan para pengunjung untuk mengetahui berbagai macam produk Berau.
"Kita perlu sekali satu tempat khusus untuk memamerkan produk asli Berau. Baik itu batiknya, tenunnya, ukiran kayunya, maupun makanan khasnya," tegasnya.
Sejauh ini, hanya beberapa pusat oleholeh saja yang sudah berjalan sendiri. Begitupun dengan hotel, hanya beberapa yang menampilkan produk asli Berau. Jika ada UMKM Center, diharapkannya dapat membantu pemasaran para perajin maupun pelaku UMKM Berau. Di mana, permasalahan pemasaran ini masih terus dicari solusinya.
"Kita kan harus bantu dipemasaran. Kalau tidak ada yang membeli, efeknya akan panjang, dapat berdampak juga dengan regenerasi perajin," tutupnya. (aky/sam)
Editor : uki-Berau Post