Penajam - Aksi peduli lingkungan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersama perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup, seluruh stakeholders, pelajar sekolah, dan unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah sukses digelar di Halaman Stadion Panglima Sentik, Kabupaten PPU.
Dalam acara menanam pohon bersama ini, pihak penyelenggara mengucapkan terima kasih kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ibu Siti Nurbaya, yang telah mendukung dengan menyumbangkan 2.100 bibit pohon. Acara ini bukan sekadar seremoni penanaman pohon, melainkan panggung bagi semua peserta untuk merenung dan mengambil tindakan nyata dalam menjaga dan melindungi lingkungan hidup.
Pihak penyelenggara juga memberikan apresiasi kepada Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Mahakam Berau yang berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten PPU untuk menyelenggarakan kegiatan aksi bersama ini. Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam gerakan menjaga lingkungan dan memastikan keberlanjutan ekosistem alam di Kabupaten PPU. Aksi menanam pohon ini bukan hanya tindakan fisik, tetapi juga simbol dari komitmen bersama untuk melindungi bumi dan memberikan warisan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
"Kegiatan Penajam Paser Utara Serambi Nusantara Menanam Pohon bukanlah sekadar seremonial, melainkan sebuah komitmen bersama untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian alam dan lingkungan sekitar," Ucap Makmur. “ Rabu (6/12)
Menurut Marbun, menanam pohon adalah cara konkret untuk mengungkapkan cinta dan kepedulian terhadap bumi tempat kita hidup. Sebagai warga negara, kita memiliki tanggung jawab untuk meninggalkan lingkungan yang baik dan lestari bagi generasi penerus. Bahkan kegiatan ini sejalan dengan Misi ke-4 Presiden Joko Widodo dalam mencapai lingkungan hidup yang berkelanjutan.
"Penajam Paser Utara Serambi Nusantara Menanam Pohon" bukan sekadar acara simbolis, melainkan dapat menjadi pemicu perubahan perilaku dan pola pikir masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya mengajarkan anak-anak sejak dini tentang keberlanjutan lingkungan, yang dapat diwujudkan melalui kegiatan penanaman pohon”. Harapnya
Makmur mengakui bahwa pertumbuhan ekonomi yang pesat membawa dampak serius terhadap kualitas lingkungan hidup. Aktivitas pertambangan, perkebunan, pertanian, dan perindustrian memberikan tekanan besar terhadap ekosistem, yang menyebabkan perubahan kualitas air, tanah, dan udara, serta berkurangnya luas hutan.
Oleh karena itu, untuk mengatasi tantangan ini, Dia menekankan bahwa pengelolaan lingkungan hidup harus menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, stakeholder, dan masyarakat. Tentunya, langkah konkret yang dapat diambil bersama antara lain adalah meningkatkan pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga, memperbanyak ruang terbuka hijau, memelihara sumber daya air, serta menjaga kawasan lindung, termasuk dengan aksi penanam pohon bersama ini yang manfaatnya bisa kita rasakan dimasa-masa mendatang. Pungkasnya.” (zn/adv/pro)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan