Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pj Gubernur Kaltim Sambangi Dua Kesultanan di Berau

rahman-Rahman Hakim • Selasa, 19 Desember 2023 - 03:37 WIB
SAMBANGI: Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik saat menyambangi Museum Batiwakkal Gunung Tabur.
SAMBANGI: Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik saat menyambangi Museum Batiwakkal Gunung Tabur.

TANJUNG REDEB – Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik berkunjung ke Kabupaten Berau pada Sabtu (16/12). Kedatangannya kali ini untukmendatangi dua kerajaan aktif yang terdapat di Berau, Kesultanan Sambaliung dan Gunung Tabur.

Kunjungan ini dimaksudkan untuk melihat potensi kearifan lokal yang ada di Berau. “Kita bersyukur kerajaan masih ada sampai sekarang, keturunannya masih meneruskan hingga saat ini,” ujar Akmal.

Ia menerangkan, upaya pemerintah daerahmenghidupkan kerajaan yang ada merupakan amanat dan perintah konstitusi. Bahwa negara hadir dan menghormati kearifan lokal selama itu masih eksis dan bertahan.

“Dan tugas pemerintah memastikan spiritnya menjadi bagian dari semangat daerah untuk membangun daerahnya,” terangnya.

Selain itu, Akmal juga akan mengeluarkan Surat Edaran (SE) kepada penyelenggara pendidikan, terlebih pendidikan SMA sederajat untuk menggairahkan kunjungan siswa-siswi ke potensi kearifan lokal seperti kerajaan yang ada.

“Kami ingin menggairahkan kunjungan siswa kita. Apalagi sudah jadi museum, perlu gerakan bersama dari sekolah,“ tuturnya.

Kunjungan ini juga dimaksudkannya sebagai langkah awal akan diselenggarakannya Festival Kerajaan Nasional di Kalimantan Timur. Sehingga, seluruh raja-raja yang ada di Kaltim akan mengambil peran untuk menyukseskannya. 

“Nanti kami melaksanakan festival kerajaan seIndonesia, tapi tuan rumahnya raja-raja di Kaltim,” ujarnya.

Terpisah, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said mengatakan PemerintahKabupaten Berau siap dan akan menjalankan suratedaran yang rencananya akan diterbitkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk pelestarian kearifan lokal.

“Setelah ada edaran itu akan secepatnya kamimenindaklanjuti,” ujarnya.

Jika sesuai dengan rencana yang disampaikan PjGubernur Akmal, maka nantinya mulai dari tingkat pendidikan TK dan PAUD, SD hingga SMP akan diminta untuk menggerakkan murid-murid untuk berkunjung dan belajar dari situs sejarah dua kesultanan di Berau.

“Untuk PAUD sampai dengan SMP akan kita dorong untuk memperkenalkan dua kesultanan dan museum,” ujarnya.

Hal ini menurutnya sangat baik, sehingga generasi muda mampu memahami peran dan perjuangan orang tua terdahulu, terlebih dalam konteks yang lebih sempit di Kabupaten Berau. Oleh sebabnya, selama ini pun Pemkab Berau terus berkomitmen menjaga keutuhan kearifan lokal dari dua kesultanan yang ada.

“Jadi memang untuk program sudah terakomodasi di Dinas Pariwisata. Sehingga niat kami untuk terus melestarikan tetap ada,” terangnya.

Said menegaskan, Pemkab Berau tidak tinggal diam, dua kesultanan yang ada merupakan kekayaan sejarah yang tidak semua wilayah memiliki. Apalagi, peninggalan sejarah lainnya juga banyak di Bumi Batiwakkal. Tentu, Pemkab Berau berupaya mengolaborasikan kearifan budaya dan sejarah yang ada dengan upaya pelestarian yang dilakukan.

“Misalnya pekan seni dan banyak even yang mengangkat budaya daerah. Termasuk setiap tahun itu ada acara yang dilakukan dua kesultanan dalam memperingati hari jadi Berau,” terangnya.

Bentuk komitmen dan dukungan itu terus dipastikan akan ada. Sebagaimana misalnya Upacara Manguati Banua yang digelar Kesultanan Sambaliung, atau Baturunan Parau yang digelar Kesultanan Gunung Tabur jadi bukti bahwa eksistensi dua kerajaan masih ada di Berau. 

“Tentu kami komitmen, ini harus terus dipertahankan. Ke depan, ini akan menjadi pembelajaran untuk generasi selanjutnya,” ujarnya.(sen/arp/adv)

Editor : rahman-Rahman Hakim
#ADV PEMKAB BERAU 2023