Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Bermacet-macet Ria Mengejar Sunrise di Bromo, Kapasitas Jalur 600 Kendaraan, tapi Dipenuhi 1.500 Unit

izak-Indra Zakaria • 2023-12-27 20:35:52
Wisatawan yang hendak ke Bromo.
Wisatawan yang hendak ke Bromo.

Baik dari jalur Kabupaten Probolinggo maupun Kabupaten Pasuruan, terjadi penumpukan kendaraan karena para pengunjung berangkat pada waktu hampir bersamaan. Kuota tiket harian pun ditambah, dari 2.752 menjadi 3.500.

 

ARIFR MASHUDI, Kab Probolinggo-FUAD ALYZEN, Kab Pasuruan

 

JAM berangkat sudah dibikin seawal mungkin. Selain agar tepat waktu menunggu sunrise atau kemunculan matahari, Choirul Umam Masduqi tahu, di masa liburan seperti sekarang ini, pengunjung Gunung Bromo pasti membeludak.

Tapi, perencanaan itu tak banyak membantu. Choirul bersama penumpang jip sewaan yang disopirinya terjebak macet di dekat pintu tiket Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, pada Minggu (24/12) lalu. ”Mulai dari Pendapa Ngadisari sudah padat merayap, lalu macet total di pertigaan Cemoro Lawang,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo.

TNBTS terletak di empat kabupaten di Jawa Timur: Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang. Bromo khususnya memang sanggraloka andalan Jawa Timur. Kawah, lautan pasir, dan beragam daya tariknya magnet bagi wisatawan domestik maupun asing.

Tak mengherankan kalau pada akhir pekan panjang pada libur Natal tahun ini pengunjung membeludak. Dan, diperkirakan akan kembali seperti demikian saat libur tahun baru nanti.

Data yang dikumpulkan Jawa Pos Radar Bromo, Sabtu (23/12) pekan lalu, tercatat 2.752 wisatawan yang berkunjung, 24 di antaranya dari mancanegara. Sehari kemudian kuota tiket ditambah menjadi 3.500 pengunjung.

Ketua Tim Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan Balai Besar TNBTS Hendra menyebutkan, terjadi lonjakan kenaikan 30 persen dibandingkan Sabtu-Minggu pekan sebelumnya. ”Biasanya selalu ada sisa kuota tiket. Tapi, ini full tak tersisa,” katanya.

Dampaknya itu tadi: kemacetan parah di jalur menuju pintu tiket Cemoro Lawang seperti yang dialami Choirul. Itu yang lewat jalur Probolinggo. Menurut Hendra, penyebabnya karena pengunjung sampai di tempat tersebut hampir bersamaan. ”Pengunjung biasanya berangkat dari hotel menuju site lokasi wisata bersamaan untuk mencari spot terbaik sehingga titik tertentu menjadi macet,” terangnya.

Selama tiga hari terakhir, jalur wisata menuju Gunung Bromo melalui Kabupaten Pasuruan juga makin padat. Kemarin (26/12), misalnya, jalur ke Penanjakan via Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, bahkan lebih ramai daripada hari-hari sebelumnya.

Kepala Unit Turjawali Polres Pasuruan Iptu Yusuf mengatakan, sejumlah petugas berjaga di titik-titik rawan. Seperti di simpang tiga Bukit Dingklik menuju Penanjakan di Desa Wonokitri, Tosari.

Kepadatan kendaraan terjadi sejak pukul 02.00. Rata-rata pengunjung mengejar matahari terbit di Penanjakan. Bahkan, kemarin kendaraan jip yang mengangkut wisatawan di Desa Wonokitri terhitung mencapai 1.500 unit. Sementara kapasitas jalur wisata hanya sampai 600 kendaraan. ”Ya karena jalannya hanya satu itu. Jadi, ribuan kendaraan itu semuanya lewat jalan Desa Wonokitri,” ujarnya.

Agar lalu lintas tetap lancar, pihaknya menertibkan parkir sembarangan yang bisa menghalangi jalan. Juga menertibkan pedagang kaki lima yang membawa rombong dan parkir di tepi jalan. Bila langkah itu tak berhasil, pihaknya akan menerapkan pembatasan. Di jalur tertentu pengunjung atau wisatawan akan diminta menggunakan jasa kendaraan roda dua.

Menurut Yusuf, ada petugas di Pospam Desa Wonokitri dan warga sekitar yang ikut membantu mengatur kendaraan. Termasuk paguyuban jip. ”Begitu selesai mengantar pengunjung, jip langsung kembali ke paguyuban masing-masing untuk mencegah kemacetan,” ucapnya.

Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Deni Prasetyo menambahkan, kepadatan di jalur wisata Bromo hanya terjadi sampai pukul 06.30. Karena itu, pihaknya menyiapkan petugas mulai pukul 02.00 sampai 08.00. Khususnya di simpang tiga Dingklik, Desa Wonokitri. ”Alhamdulillah, situasinya kondusif,” ujarnya.

Tingginya antusiasme wisatawan ke Bromo itulah yang membuat Balai Besar TNBTS menambah kuota jumlah pengunjung selama libur Nataru. Dari semula hanya 2.752 menjadi 3.500 pengunjung tiap harinya. Kebijakan tersebut berlaku 24 Desember 2023 hingga 3 Januari 2024. ”Penambahan kuota jumlah pengunjung wisata Bromo dilakukan di semua site,” kata Hendra. (*/hn/c9/ttg)

Editor : izak-Indra Zakaria