Kawasan Bundaran Tuah Himba di Tenggarong resmi dibuka untuk umum pada Minggu (31/12) malam, saat pergantian tahun. Landmark ini digadang-gadang sebagai wajah baru Kota Raja. Terutama dengan lokasinya di depan Jembatan Kutai Kartanegara.
TENGGARONG–Menara Tuah Himba kini sudah beroperasi sepenuhnya di malam hari. Dengan pancuran air yang berirama dengan lampu tematik. Kini Tuah Himba menjadi satu dari banyaknya objek yang memperindah Tenggarong. Seperti Taman Kota Raja, Jembatan Kutai Kartanegara, Taman Titik Nol Kukar serta banyak lagi taman kota di Tenggarong.
"Ini wajah baru. Dan meski belum sepenuhnya selesai, nanti akan ditambah pagar dan lainnya. Kami ingin menambah daya tarik Tenggarong," ucap Bupati Kukar Edi Damansyah, seusai meresmikan landmark itu.
Edi membeberkan beberapa penambahan fasilitas untuk menunjang kawasan bundaran ini. Di antaranya, pujasera untuk mengembangkan lokasi pusat kuliner. Serta merampungkan pembangunan gedung Komite Ekonomi Kreatif (Kekraf) yang berdampingan dengan landmark ini. Yang semuanya akan dikerjakan tahun 2024 ini.
Untuk diketahui, Menara Tuah Himba ini adalah desain Syandy Diantrisna Kusuma. Yang merupakan pemenang sayembara desain landmark pada 2021 silam. Hasil dari kerja sama Pemkab Kukar bersama Kaltim Post.
Terlibatnya masyarakat umum dalam desain ini berbuah manis. Ratusan peserta sempat mendaftar dalam sayembara tersebut. Dengan kentalnya kearifan lokal yang diangkat selama masa pengembangan.
"Masyarakat terlibat dalam desain ini karena sayembara. Jadi tidak kami saja yang menetapkan. Ada dewan adat kesultanan. Untuk bantu memberikan arahan filosofinya. Saya mengapresiasi semua yang terlibat," tutur Edi.
Landmark Menara Tuah Himba berdiri di lokasi proyek pembangunan Patung Naga yang terhenti sejak tahun 2014. Sepanjang tahun 2023, landmark ini dilanjutkan Pemkab Kukar. Hingga akhirnya diresmikan pada akhir tahun. Proyek yang sebelumnya mangkrak tersebut, kini sudah menjadi wajah yang memperindah Kota Raja pada malam hari. (qi/kri/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria