TANJUNG REDEB – Program 1.000 titik WiFi gratis sudah tuntas pada tahun lalu. Namun, masih adanya wilayah blank spot dan untuk menguatkan sinyal membuat program tersebut masih dilanjutkan hingga tahun ini.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, Didi Rahmadi mengatakan akan ada penambahan 10 titik WiFi lagi pada tahun ini. Di antaranya di Kecamatan Kelay, di Kampung Long Laay dan Long Lamcin dan di Kecamatan Maratua.
“Dua kecamatan itu akan ada penambahan WiFi,” bebernya.
Hingga kini, ia mengungkapkan sudah ada 1.003 titik WiFi yang sudah dipasang di seluruh wilayah di Kabupaten Berau. Dengan anggaran sewa bandwidth WiFi sekitar Rp 9 miliar lebih kepada pihak ketiga.
Kecamatan Kelay dan Maratua, dijelaskan Didi dinilai memerlukan kekuatan sinyal lagi, karena area tersebut memiliki daya sinyal yang rendah. Sehingga harus menambahkan Vsat, guna mendukung jaringan internet.
“Selama ini menggunakan radio, tapi jaringan tidak kuat, dan akan diganti dengan Vsat,” ungkapnya.
Kelay ditambahnya, memang perlu perhatian khusus, karena kondisi geografis yang sulit. Karena itu pula, hingga kini Berau baru memiliki 47 BTS dengan luasan wilayah 36 ribuan kilometer.
“Di salah satu kabupaten di Jawa yang luasannya 5 ribu kilometer saja, ada sekitar 200 BTS. Sementara kita 50 BTS saja tidak sampai,” imbuh Didi.
Ia pun pada tahun ini berusaha melobi Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memasang 54 tower BTS di Berau. Jika itu bisa terealisasi, dirinya yakin tidak akan ada area blank spot lagi di Bumi Batiwakkal.
“Untuk Maratua, kan pusat wisata. Jadi akan ditambah jaringan, agar bisa menjangkau semua,” tuturnya.
Tidak hanya menambah WiFi gratis. Pihaknya juga berencana akan membangun lima unit videotron yang ditempatkan di area strategis. “Iya betul, ada tambahan juga untuk itu,” tutupnya. (hmd/arp)
Editor : izak-Indra Zakaria