GUNUNG PANJANG. Seekor kerbau mengamuk di kawasan Kelurahan Gunung Panjang, Kecamatan Samarinda Seberang, Rabu (10/1) pagi. Untuk menjinakkan kerbau, belasan relawan terpaksa turun ke lapangan. Sebelum berhasil dijinakkan, kerbau tersebut melintas di Jalan APT Pranoto, sekitar pukul 05.30 Wita. Warga sekitar tidak mengetahui siapa pemilik kerbau tersebut. Kerbau tak bertuan itu sempat berusaha menyerang pengendara motor yang melintas.
Kerbau kemudian masuk ke permukiman warga di Perumahan Korpri 3. Di Lokasi itulah beberapa motor warga yang parkir jadi sasaran amukan kerbau. Warga yang melihat tak bisa berbuat banyak, lantaran takut jadi sasaran amukan kerbau jantan tersebut.
"Empat motor yang dirusak. Setelah itu berusaha lagi menyerang warga. Untungnya warga buru-buru masuk ke rumah," ungkap Anwar (37), warga Gunung Panjang.
Usai merusak kendaraan, kerbau kemudian merusak kebun singkong yang ada di lahan kosong di bawah bukit. Di lokasi itu kerbau sempat berguling-guling dan mengamuk. Warga pun tak ada yang berani mengamuk. "Kurang tahu ini kerbau siapa. Kebetulan mau kerja lihat kerbau. Hampir juga mau diseruduk," terang Anwar.
Mendengar informasi kerbau mengamuk, tim gabungan dari polisi bersama petugas Damkar dan relawan berupaya menjinakkan kerbau. Petugas yang berusaha mendekat sempat dikejar dan hampir diseruduk. Namun dengan penuh kesabaran, tim akhirnya berhasil mengikat kepala dan kaki kerbau menggunakan beberapa tali nilon untuk jemuran.
"Sekitar 15 orang baru bisa menjinakkan kerbau. Selanjutnya setelah berhasil di tangkap, kerbau kami bawa ke posko Damkar sambil menunggu siapa pemiliknya," kata Ramli, Danru Regu 3 Posko 9 Damkar.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Gunung Panjang, Aiptu Ajiz Mansur mengungkapkan, kerbau tersebut milik usaha peternakan hewan di Jalan SMP 8, Kelurahan Rapak Dalam, Kecamatan Loa Janan Ilir. Pemilik hewan sudah mengetahui dan siap mengganti kerusakan yang diakibatkan amukan kerbau miliknya. "Pemilik sudah mengambil kerbaunya kembali dan untuk pemilik kendaraan yang rusak juga sudah dikomunikasikan," tukas Ajiz. (kis/rin)
Editor : izak-Indra Zakaria