Proyek revitalisasi Pasar Pagi Samarinda yang menyisakan masalah, terutama adanya pemilik ruko di sisi Jalan KH Mas Temenggung, Kelurahan Pasar Pagi, Kecamatan Samarinda Kota, yang belum setuju rukonya diganti rugi Pemkot Samarinda, mulai menunjukkan tanda-tanda bersepakat.
SAMARINDA–Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, hingga pekan kedua Januari 2024, dari 48 pemilik ruko, informasinya sudah ada 17 pemilik ruko yang setuju mendukung program pemkot.
"Ke-17 orang menyatakan rukonya siap dibongkar. Opsi satu atau dua tidak terlalu penting bagi mereka, dapat tempat baru di Pasar Pagi. Yang masih menolak atau belum bersedia, ya kami sabar saja menunggu, sampai para pemilik bersedia," ujar Andi Harun.
Dia menegaskan, terhadap warga yang menolak, tim penyelesaian dampak sosial dari pemkot sudah menyampaikan penjelasan. Dia berharap warga berpikir ulang. Pasalnya, itu akan membuahkan hasil pembangunan rekonstruksi Pasar Pagi yang pada akhirnya juga bermanfaat kepada pedagang dan perekonomian di Kota Tepian.
Dia berharap pemkot tidak sampai mengambil opsi terakhir, yakni melalui jalur hukum atau konsinyasi, menitipkan uang ganti rugi ke pengadilan. "Opsi terakhir masih kami hindari untuk digunakan. Kami masih berharap para pemilik toko dari yang belum setuju itu sisanya masih beri waktu untuk berpikir," ujarnya.
Politikus Gerindra itu menyebut, masih menunggu sikap lunak dari pemilik ruko untuk melihat kepentingan lebih besar di samping kepentingan para pemilik ruko. "Pada akhirnya kawasan itu akan ditata secara keseluruhan. Penting untuk para pedagang juga pikirkan. Misalnya tetap menolak, maka juga bisa berdampak pada kegiatan usaha mereka di masa mendatang," sebutnya.
Jika ruko milik warga yang menolak tidak dibongkar, kemungkinan akan dipagari untuk mengamankan aset pemerintah. Hal itu juga untuk menjaga manajemen pengelolaan pasar di masa yang akan datang. "Jangan sampai sikap mereka membuat penyesalan di kemudian hari. Kami juga berharap polemik ini tidak dipolitisasi dan opininya tidak dibelok-belokkan. Karena semua ini dilakukan untuk kepentingan bersama,” tegasnya.
Sebagai informasi, tahun ini pemkot berencana merevitalisasi Pasar Pagi yang dibangun sejak 1960-an lalu. Saat ini pedagang telah direlokasi pemerintah ke dua titik, yakni Segiri Grosir Samarinda (SGS) dan Pasar Sungai Dama, dengan dibiayai penuh pemerintah alias gratis.
Namun, ada pula yang pindah ke Mal Mesra Indah tapi menggunakan biaya mandiri. (dra/k16)
DENNY SAPUTRA
@dennysaputra46
Editor : izak-Indra Zakaria