SANGATTA - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus berupaya mengatasi persoalan banjir dan genangan, khususnya di pusat kota Sangatta. Salah satu titik langganan genangan air yakni di Jalan Abdullah menuju Kenyamukan.
Andi (45), warga sekitar Jalan Abdullah mengungkapkan, drainase di jalan tersebut telah lama tidak ada aktivitas pengerjaan. “Setelah tahun baru sudah tidak ada aktivitas. Bahkan ini (jalur air) ditutup, alasannya dulu untuk memudahkan dalam aktivitas pekerjaan,” ucapnya, Kamis (18/1).
Lanjutnya, bahkan alat ekskavator telah diangkut, sedangkan pengerjaan belum ada titik terang. “Sedangkan besi-besi untuk drainase itu masih di bahu jalan. Itu kan dapat membahayakan pengendara kalau malam,” pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua DPRD Kutai Timur Joni menuturkan, dari lima titik proyek multiyears, ada satu titik yang belum ada aktivitas pekerjaan, tepatnya di simpang Karya Etam menuju arah Kenyamukan. Adapun kontrak proyek tersebut sudah dimulai akhir Oktober 2023.
“Dari lima lokasi yang telah kami lakukan sidak, empat sudah ada progresnya meski belum sesuai harapan. Nah, yang satu ini belum ada, baru pekerjaan galian,” ungkapnya.
Anggota DPRD Kutim dari Fraksi PDI P Siang Geah menambahkan, DPRD Kutim akan terus mengawasi pengerjaan proyek multiyears di wilayah Kutim. “Jangan karena menang tender lalu pengerjaan tidak segera dilakukan. Jika ada kendala di lapangan segera dikoordinasikan dengan pihak terkait,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Muhammad Muhir melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air, Ade Sudrajat membenarkan hal itu, proyek tersebut merupakan multiyears contract.
“Itu kontraknya bukan hanya satu tahun, bisa sampai November 2024. Itu pengerjaannya lambat karena kontraknya juga baru keluar akhir Oktober lalu,” bebernya, Senin (15/1).
Perlu diketahui, sesuai papan proyek pembangunan saluran drainase Jalan Ery Suparjan (Kenyamukan) tahap II, nilai kontrak Rp 27,496 miliar. Waktu pelaksanaan 405 hari kalender. Sementara kontraktor pelaksana PT Jumindo Indah Perkasa dan konsultan pengawas PT Manggala Karya Bangun Sarana. (*/kai/ind/k16)
Editor : izak-Indra Zakaria