Pasca-pemilihan presiden, wakil presiden, DPD RI, DPR RI, DPRD provinsi, kabupaten dan kota, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Penajam Paser Utara (PPU) kini menyiapkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) PPU 2024.
PENAJAM–Saat ini, KPU PPU terus mematangkan tahapan pilkada dengan alokasi anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU Rp 22,8 miliar, turun dibandingkan Pilkada PPU 2018 Rp 26,4 miliar.
"Waktu itu kami mengajukan untuk anggaran Pilkada PPU 2024 saat kondisi PPU masih defisit anggaran, zaman Pak Hamdam bupatinya. Lalu, saya pernah kembali menyinggung tentang biaya pilkada ini dengan pemerintahan yang sekarang, tetapi tidak digubris,” kata Ketua KPU PPU Irwan Syahwana saat berbicara mengenai tahapan Pilkada PPU 2023 dan besaran anggaran yang tersedia dengan Kaltim Post, di ruang kerjanya, Kamis (29/2).
Dia mengatakan, anggaran pilkada yang turun sekira Rp 3,6 miliar itu operasionalisasinya bakal dilaksanakan oleh komisioner KPU PPU yang baru untuk membiayai proses pilkada tersebut. Sesuai rencana komisioner pengganti dirinya dilantik sesuai jadwal 18 Maret 2024 nanti. Saat ini, data diperoleh koran ini, terdapat 10 nama calon komisioner KPU PPU yang lolos seleksi dan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan, Kamis (29/2). Mereka ini sesuai abjad adalah Ali Yamin Ishak, Aris, Dedi Setiawan, Deki Ferial, Joni Halintar, Kartisa, Mochammad Misran, Randhi, Saeun Mu’arif, Wiwik Susiati.
Sementara itu, berdasarkan Peraturan KPU Nomor 2 Tahun 2024 tentang Tahapan dan Jadwal Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota 2024 telah dimulai pada 26 Januari 2024 lalu. Hingga puncaknya pelaksanaan pemungutan suara pada Rabu, 27 November 2024. Selanjutnya dilakukan penghitungan suara dan rekapitulasi hasil penghitungan pada 27 November 2024 hingga Senin, 16 Desember 2024.
Hingga kemarin, belum ada tokoh yang menyatakan maju untuk calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada PPU 2024 itu. Sejauh ini yang telah terang-terangan menunjukkan dirinya mau maju pada kontestasi tersebut adalah Andi Harahap, mantan bupati PPU periode 2008–2013.
Bahkan, kesediaan dirinya untuk maju itu sudah disampaikan kepada awak media yang menemuinya di sela-sela menghadiri pelantikan Ketua DPRD PPU Syahrudin M Noor sisa jabatan 2019–2024 di Gedung Paripurna DPRD PPU, Senin (4/7/2022).
Pernyataannya pada tahun itu ditegaskannya kembali saat bertemu Kaltim Post, beberapa hari lalu. “Iya, saya bakal maju lagi untuk calon bupati PPU periode 2024–2029,” kata Andi Harahap didampingi istrinya, Dachlia. Lelaki dengan ciri khas berkumis tebal itu saat ini menjabat ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kaltim periode 2019–2024, dan mengaku sudah melirik sejumlah nama untuk mendampinginya menjadi calon wakil bupati. KPU PPU akan membuka pendaftaran calon bupati dan wakil bupati pada Selasa, 27 Agustus 2024 dan ditutup pada Kamis, 29 Agustus 2024. (far/k8)
ARI ARIEF
ari.arief@kaltimpost.co.id
Editor : Indra Zakaria