Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Waspada Daerah Rawan Kecelakaan di Jalan Berau-Bulungan

Radar Tarakan • Kamis, 7 Maret 2024 - 19:30 WIB
AKSES: Kondisi kerusakan di Jalan Berau-Bulungan baru-baru ini.
AKSES: Kondisi kerusakan di Jalan Berau-Bulungan baru-baru ini.

Jalan nasional penghubung Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) dengan Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) saat ini mengalami kerusakan atau longsor yang salah satu penyebabnya curah hujan yang tinggi.

Informasi yang diterima Radar Kaltara, ada satu titik yang sempat putus total, tepatnya di sekitar Kilometer (Km) 40 dari arah Berau. Selain itu, ada juga beberapa titik lainnya yang masuk kategori daerah rawan kecelakaan (DRK) di Jalan Berau-Bulungan itu. Plt. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara, Andi Nasuha yang turun langsung mengecek kondisi di lapangan pada Selasa (5/3) mengatakan lokasi jalan yang longsor itu bukan di wilayah Kaltara, tapi itu tetap harus menjadi atensi karena ada dampaknya juga terhadap provinsi ke-34 Indonesia ini.

“Itu sempat putus, tapi alhamdulillah sudah dapat dilalui. Tapi tetap itu harus ada penanganan lebih lanjut, karena yang dilakukan itu baru sebatai penanganan preventif saja,” ujar Andi. 

Andi menyebutkan, dari pantauan yang dilakukan di lapangan, ada 6 titik yang masuk kategori daerah rawan kecelakaan (DRK). Menurutnya, ini haus ditangani, apalagi sekarang ini menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

“Karena ini yang paling pokok, yaitu untuk memperlancar arus barang dan jasa. Tapi kita juga pantau dan semua sudah lancar,” sebutnya. Menurutnya, jika DRK yang ada saat ini tidak ditangani segera, bisa-bisa ke depan akan jadi tambah longsor lagi. Karena kondisi di lapangan saat ini, baik di sisi kiri dan kanan jalan sudah mulai longsor.

“Jika dalam beberapa hari ini intensitas hujan tinggi, lalu dilewati dengan kendaraan yang besar, maka itu akan mempermudah tanahnya jadi labil dan longsor. Kalau di daerah kita itu ada 2 titik yang rawan longsor,” jelasnya.

Selain itu, Andi mengatakan pantauan di SPBU, kondisi saat ini kendaraan yang antre BBM sudah mulai mengular. Tapi untuk di Jalan Berau-Bulungan tadi, untuk suplai gas Elpiji, khusus yang subsidi 3 kg itu sudah lewat. Untuk stok Elpiji, pihaknya juga sempat berkomunikasi dengan GM Pertamina Berau, yang mana dimungkinkan kalau itu memang putus selama tiga hari belakangan ini, maka suplai dari Berau akan terputus.

“Tapi untuk ini kami sudah komunikasi dengan teman-teman dari Tarakan, jika tidak memungkinkan, maka mereka akan suplai dari Tarakan untuk dibawa ke Malinau, Tana Tidung dan Bulungan,” pungkasnya. (iwk/har)

Editor : Indra Zakaria
#Jalan Nasioal