Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Siswa SMP 5 Diliburkan Sementara, Penggunaan Ruang Tersisa untuk Siswa Kelas IX

Eko Pralistio • Jumat, 22 Maret 2024 - 00:00 WIB

DILIBURKAN: Kebakaran yang melanda SMP 5 Samarinda berdampak terhadap aktivitas belajar siswa. Selama sepekan ke depan peserta didik diliburkan.
DILIBURKAN: Kebakaran yang melanda SMP 5 Samarinda berdampak terhadap aktivitas belajar siswa. Selama sepekan ke depan peserta didik diliburkan.
 

 

Aroma bangunan terbakar masih sangat terasa. Beberapa ruangan Sekolah Menengah Pertama (SMP) 5 Samarinda di Jalan Juanda, RT 17, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, turut terbakar Selasa (19/3) siang.

 

SAMARINDA–Puing kayu dan sarana kelas yang terbakar masih ada di tempat kejadian. Insiden amukan api itu memaksa aktivitas pembelajaran di sekolah tersebut diliburkan sementara. Terhitung sejak kebakaran terjadi hingga 24 April mendatang peserta didik diliburkan, dan masuk kembali pada 25 April 2024. “Yang masuk hanya kelas IX saja. Untuk kelas VII-VIII fakultatif atau belajar dari rumah,” ucap Staf Wakil Kurikulum SMP 5 Samarinda Sinta Sutejo, Rabu (20/3).

Kebakaran itu menghanguskan sebanyak 16 ruangan, kamar mandi belakang 9 pintu, 3 penampungan air. Itu baru yang diperkirakan. Belum peralatan di ruangan. Dari 16 ruangan tersebut, ada 13 untuk ruang kelas, 1 ruang UKS, 1 ruang marching band dan 1 ruang OSIS. Secara nominal belum diperhitungkan berapa kerugian yang menimpa sekolah tersebut. “Tapi dampaknya besar sekali. Seperti ruang UKS, peralatan dan obat-obatan hangus, hanya dipan yang tersisa,” terangnya.

Beberapa alat musik (marching band) turut hangus, sebagian ada yang terselamatkan. Untuk di ruang kelas, kursi dan meja dipastikan tidak layak digunakan karena rusak dan terbakar. Yang lebih menyedihkan, karya pojok baca milik siswa dan tenaga pendidik di sana. “Pojok baca literasi itu program siswa dan guru untuk menaruh buku pribadinya. Buku koleksi mereka dan tempat mereka membaca, semua habis (terbakar),” imbuhnya.

Fokus utama yakni peserta didik di kelas IX bisa melaksanakan pembelajaran. Sebab, April mendatang mereka akan memasuki tahap ujian. Tak cukup waktunya bila diliburkan hingga pemulihan selesai. Ada 10 ruang kelas yang tidak terdampak dan akan digunakan untuk pembelajaran kelas IX. “Dengan waktu yang tersisa, sekitar dua minggu ke depan, kami akan maksimalkan mereka (peserta didik) untuk assessment-nya nanti di April,” tuturnya.

Total peserta didik kelas IX sebanyak 318. Untuk kelas VII ada 229 dan VIII sebanyak 247 siswa. Jadi, sebanyak 476 peserta didik bakal belajar dari rumah dan kelas IX difokuskan di sekolah. Hingga saat ini belum diketahui kapan perbaikan khususnya ruangan yang terbakar. “Kami belum tahu kapan diperbaiki. Hari ini (kemarin) kami akan melaporkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli yang ditanya ihwal musibah kebakaran tersebut, pihaknya hingga kini sedang mengumpulkan keterangan saksi. “Api kan dari luar sekolah, tapi kami juga sudah meminta keterangan sejumlah warga,” singkatnya. Untuk kerugian, pihaknya juga belum bisa menghitung secara detail. (dra2/k8)

 

EKO PRALISTIO

pralistioeko@gmail.com

Editor : Indra Zakaria