Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Menanti Perbaikan Tracking Mangrove Tanjung Batu, Disbudpar Usahakan melalui Bankeu                            

Indra Zakaria • 2024-04-01 17:50:00

 

Samsiah Nawir.
Samsiah Nawir.
 

TANJUNG REDEB - Mangrove di Kampung Tanjung Batu Kecamatan Pulau Derawan hingga kini masih ditutup sementara. Lantaran jalur tracking-nya yang rusak karena kayunya yang rapuh. Dikhawatirkan membahayakan pengunjung jika tetap dibuka.

Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau Samsiah Nawir menjelaskan, bahwa pihaknya tahun lalu sudah membantu memperbaiki jalur tracking mangrove Tanjung Batu. Namun, lantaran keterbatasan anggaran tidak semua jalur yang rusak dapat diperbaiki.

"Tahun lalu, kami sudah perbaiki tapi baru secukupnya anggaran saja. Masih ada jalur yang rusak," terangnya.

Rencananya, tahun ini pihaknya bakal mengusulkan kembali perbaikan jalur tracking mangrove tersebut melalui Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Kaltim. Dengan dana tersebut diharapkan semua jalur tracking yang rusak dapat di-cover semua.

"Ini khusus Mangrove Tanjung Batu. Sayang, kalau potensi bagus tapi tidak dimanfaatkan dengan baik. Kami akan berusaha untuk mencarikan daya supaya mangrove bisa dibuka kembali," ucapnya.

Diungkapkannya, kayu yang dipakai harus kelas nomor satu agar tidak cepat rusak dan keropos seperti yang terjadi sekarang. Pengelolaan mangrove juga sudah ditunjuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Kampung Tanjung Batu, berdasarkan diskusi dengan pihak kampung.

"Apalagi, destinasi wisata mangrove ini dapat menambah pendapatan asli kampung (PAK)," katanya.

Pokdarwis Kampung Tanjung Batu sudah berjalan selama 3 tahun. Mereka diminta untuk memanfaatkannya dan menggali potensi untuk memajukan pariwisata di Tanjung Batu, sembari menunggu jalur tracking mangrove dan sarana prasarana yang akan diselesaikan ke depan. Mereka juga saat ini berusaha untuk meningkatkan kapasitasnya. Mengingat motoris desa wisata adalah pokdarwis.

"Dan program pemerintah baik provinsi maupun pusat tetap membangun negeri lewat desa wisata," bebernya.

Selain itu, Disbudpar Berau tahun ini juga berencana membangun tourism information center (TIC) di Kampung Tanjung Batu melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Berau. Pun melalui dana alokasi khusus (DAK) akan dilanjutkan lagi pembangunan pusat kuliner di sana. Penjual yang berada di kawasan kumuh akan dipindahkan ke bangunan yang baru.

"Kami sudah menyusun beberapa program untuk menunjang perkembangan pariwisata di Kampung Tanjung Batu. Terlebih juga menjadi pintu gerbang menuju Pulau Derawan dan Maratua," ujarnya. (*/aja/rdh/k15)

 

Editor : Indra Zakaria
#berau