Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Dampak Sosial Pembenahan Segmen SKM, Bangunan Warga Dibayar Bulan Depan

Indra Zakaria • 2024-04-29 11:50:00

ilustrasi uang
ilustrasi uang
 

SAMARINDA - Penanganan dampak sosial pada segmen sungai Karang Mumus (SKM) dikerjakan dua OPD. Yakni, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim). Pada segmen jembatan Gelatik-Jembatan Ruhui Rahayu sisi Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, dikerjakan Disperkim. Pengukuran dan penilaian atas bangunan warga dilakukan tahun lalu dan hasilnya disampaikan awal April.

Kepala Bidang (Kabid) Permukiman Disperkim Samarinda Joko Karyono mengatakan, pada segmen ini sekitar 207 KK atau bangunan terdampak. Tahun ini pihaknya menganggarkan Rp 17 miliar untuk dana kerohiman warga, namun hanya sekitar 152 orang yang dapat terakomodasi.

“Tahun ini fokus area bantaran sungai dulu. Untuk kekurangannya akan dibahas di tim terpadu,” ucapnya, Jumat (26/4).

Dia menjelaskan, tahapan pembebasan lahan terus berproses, pengumuman atas hasil penilaian appraisal telah disampaikan ke warga sejak Kamis-Jumat (4-5/4) lalu. Hingga saat ini seluruhnya menyatakan bersedia menerima ganti rugi sesuai besaran yang dinilai.

“Kami tengah mengumpulkan berkas administrasi warga dan memproses pengajuan surat keputusan (SK) penetapan yang ditandatangani wali kota Samarinda,” jelasnya.

Lebih rinci, JFT Penata Bangunan Gedung dan Kawasan Permukiman Narulita Haidinawati Ibay merinci, setelah SK penetapan terbit, akan diproses pencairan dana santunan kepada warga. Dia menargetkan proses ini rampung paling lambat Mei.

Setelah menerima dana kerohiman, warga akan diminta melakukan pembongkaran mandiri atas bangunannya, rencananya diberikan waktu dua minggu. “Paling lambat Juni sudah terbongkar. Namun, lebih cepat lebih baik karena akan berlanjut ke kegiatan normalisasi sungai,” terangnya.

Dia menambahkan, pada segmen ini masih ada kekurangan sekitar 55 KK/bangunan yang belum dibayarkan. Pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan tim terpadu terkait penganggaran berikutnya. “Kami menunggu arahan wali kota untuk kegiatan selanjutnya,” pungkasnya. (kri/k16)

 

DENNY SAPUTRA

@dennysaputra46

Editor : Indra Zakaria
#Sungai Karang Mumus