SAMARINDA–Ruang terbuka hijau (RTH) di Perumahan Karpotek, atau seberang BIGmall di Jalan Untung Suropati, Kecamatan Sungai Kunjang, yang seharusnya menjadi tempat santai dan asri, malah disalahgunakan sebagai area parkir kendaraan. Hal itu dikritik anggota Komisi IV DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar.
"Seharusnya pemerintah daerah bisa memaksimalkan fungsi area tersebut sebagai RTH," ujarnya, beberapa waktu lalu.
Kondisi itu semakin memprihatinkan dengan maraknya kasus pencurian motor (curanmor) di area parkir liar tersebut. Beberapa waktu lalu, Korps Bhayangkara Samarinda mengungkap sindikat curanmor yang memang menyasar kendaraan yang parkir di wilayah tersebut.
Dia mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda menertibkan area parkir liar di depan BIGmall. Ia juga meminta koordinasi dengan RT setempat untuk memastikan tidak ada keluhan warga. "Ketua RT, lurah dan camat seharusnya tidak membiarkan parkir di sana, kawasan itu merupakan RTH," tegasnya.
Banyaknya kendaraan yang parkir di area RTH, didominasi pekerja mal dan kendaraan ojek online. Oleh karena itu, ia meminta pihak pengelola mal mengimbau para karyawan parkir kendaraannya di dalam.
Selain itu, dia menyoroti lambatnya antrean masuk ke mal yang membuat banyak orang memilih parkir di depan mal. Ia mendorong penggunaan sistem parkir cashless untuk mempercepat proses masuk dan keluar mal. "Keluar juga lama karena nunggu uang kembalian dan lainnya," imbuhnya.
Dia berharap, pengelola mal dapat memberikan rasa nyaman bagi pengunjung, menyediakan lokasi parkir yang aman dan nyaman di dalam mal. Hal itu diharapkan dapat meminimalisasi penggunaan area RTH untuk parkir liar.
"Kalau di dalam aman dan nyaman, otomatis tidak ada yang parkir di luar," tegasnya.
Dia menekankan pentingnya memaksimalkan potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor parkir. Ia mencontohkan bahwa dengan memaksimalkan parkir di dalam area mal, PAD yang masuk ke kas pemerintah akan lebih transparan. "Kalau di dalam ke pengelola mal dan pemerintah. Dengan cashless juga akan lebih transparan lagi," pungkasnya. (dra/k8)
DENNY SAPUTRA
@dennysaputra46
Editor : Indra Zakaria