BALIKPAPAN–Kementerian Agama (Kemenag) sudah menetapkan dan mengumumkan jadwal penerbangan haji Tahun 1445 Hijriah/2024 Masehi. Untuk hari pertama, total ada 22 kloter yang diterbangkan. Sementara itu, petugas dari Masyariq di Arab Saudi dikumpulkan untuk mitigasi potensi gangguan saat masa masyair. Penerbangan perdana bakal dilakoni 393 jamaah haji yang tergabung dalam Kloter CGK-01.
Kloter ini dijadwalkan masuk ke Asrama Haji Pondok Gede Jakarta pada Sabtu (11/5) pukul 7.00 WIB. Kemudian mereka diterbangkan menuju Madinah pada Minggu (12/5) pukul 01.00 WIB menggunakan maskapai Garuda Indonesia. Rombongan ini dijadwalkan mendarat di Madinah pada 12 Mei pukul 7.00 waktu setempat. Terdapat perbedaan waktu 4 jam, antara Jakarta dengan Madinah.
Sementara itu, penerbangan via Embarkasi Haji Balikpapan baru akan dimulai 14 Mei setelah sehari sebelumnya jamaah masuk asrama. Tahun ini Embarkasi Haji Balikpapan akan menerbangkan 19 kloter. Dengan jadwal pemberangkatan terakhir pada 10 Juni. Jamaah haji yang dilayani Embarkasi Balikpapan terdiri dari 2.738 jamaah asal Kaltim, 2.073 dari Sulawesi Tengah, 733 dari Sulawesi Utara, dan 439 dari Kaltara.
Dalam keterangan di Jakarta kemarin (5/5), Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag Saiful Mujab menuturkan, proses pembagian kloter dan penyusunan jadwal penerbangan sudah selesai disusun. Dia menuturkan, untuk gelombang pertama, penerbangan dilaksanakan 12-23 Mei. ’’Kemudian untuk gelombang kedua, dilaksanakan 24 Mei sampai 10 Juni,’’ katanya. Saiful menuturkan, jamaah haji gelombang pertama diterbangkan dengan rute Tanah Air menuju Madinah sedangkan untuk gelombang kedua, diterbangkan dengan rute Tanah Air menuju Jeddah.
Sebaliknya saat kepulangan nanti, jamaah gelombang pertama dipulangkan dari Jeddah menuju Tanah Air. Sementara itu, gelombang kedua dipulangkan dari Madinah menuju Tanah Air. Secara khusus dia mengimbau jamaah supaya menjaga kesehatan dan kebugaran. ’’Cukup waktu istirahat sebelum keberangkatan,’’ katanya. Jamaah dianjurkan tidak terlalu banyak aktivitas menjelang keberangkatan haji supaya bisa melakoni penerbangan yang cukup panjang. Kemudian sampai di Saudi dalam kondisi bugar.
Di bagian lain Juru Bicara Kemenag Anna Hasbie menegaskan, seluruh kuota haji Indonesia 2024 sudah terpenuhi. Jadi dia mewanti-wanti masyarakat, supaya tidak termakan iming-iming tawaran visa non kuota haji. Dia menuturkan, mendekati musim haji seperti sekarang, banyak tawaran berangkat haji dengan visa selain visa haji. ’’Baik itu mengatasnamakan visa petugas haji, visa ummal, visa ziarah, sampai (visa) multiple,’’ jelasnya. Dia menerangkan bahwa visa haji resmi di Indonesia adalah yang diberikan lewat pemerintah. Tahun ini 241 ribu jamaah.
Perinciannya 213.320 jamaah haji reguler dan 27.680 haji khusus.
Anna lantas menjelaskan soal visa undangan dari kerajaan Saudi, atau biasanya disebut sebagai visa mujamalah. Dia menekan sesuai dengan UU Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, jamaah dengan visa mujamalah itu tetap harus berangkat dengan travel haji khusus resmi di Indonesia. Kerajaan Arab Saudi wajib melaporkan ke Menteri Agama RI nama-nama yang mendapatkan visa mujamalah tersebut. ’’Saudi tahun ini semakin memperketat aturan visa haji,’’ tuturnya.
Pemerintah Saudi sudah menyampaikan ke pemerintah Indonesia, terkait potensi penyalahgunaan visa non haji untuk menjalankan rukun Islam kelima itu. Saudi berjanji akan memeriksa dengan ketat seluruh jamaah haji, terkait legalitas visanya. Sementara itu, Kemenag tidak ingin kasus jamaah telantar di masa masyair tahun lalu terulang kembali. Seperti diketahui, tahun lalu sekian banyak jamaah terlambat dijemput bus, saat berada di Mudzalifah. Pemicunya bus penjemput terjebak kemacetan.
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, perwakilan Kemenag di Saudi mengumpulkan tim atau petugas dari Masyariq. Untuk diketahui Masyariq itu adalah perusahaan yang bertanggung jawab melayani jamaah pada masa masyair di Arafah, Mudzalifah, dan Mina. Pertemuan tersebut diwadahi dalam kegiatan bimbingan teknis (bimtek) membahas mitigasi masalah haji. Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam mengatakanm bimtek tersebut baru pertama kali ini dilaksanakan.
’’Tahun-tahun sebelumnya hanya sebatas perkenalan,’’ tuturnya. Adapun kali ini lebih detail. Termasuk membahas mengenai mitigasi risiko persoalan layanan di masa masyair serta solusinya. (wan/riz/k16)
Editor : Indra Zakaria