Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tekan Angka Stunting di Desa Binaan, PAMA BAYA Berikan Program Kuratif bagi Pertumbuhan Anak

Indra Zakaria • 2024-06-02 15:04:03
STUNTING : CSR Officer PT PAMA Baya Ghani Rasyid Ning (pakai rompi) terlihat saat menyambangi orang tua dan anak dalam upaya pencegahan stunting.
STUNTING : CSR Officer PT PAMA Baya Ghani Rasyid Ning (pakai rompi) terlihat saat menyambangi orang tua dan anak dalam upaya pencegahan stunting.

Prokal.co - KUKAR - Lewat program Corporate Social Responsibility (CSR), PT Pamapersada Nusantara Site BAYA (PAMA BAYA) merancang berbagai program untuk mencegah dan menangani kasus stunting di sekitar operasional perusahaan.

Salah satunya yakni program yang bersifat promotif, preventif, hingga kuratif. Demi lancarnya program tersebut PAMA BAYA menggandeng berbagai pihak, diantaranya Puskesmas Separi III dan Pemerintah Desa di sekitar operasional perusahaan, Minggu (2/6).

Project Manager PAMA BAYA, Fedo Ferdiansyah melalui CSR Officer PT PAMA Baya, Ghani Rasyid Ning mengatakan bahwa penanganan stunting perlu keterlibatan lintas sektor dan tidak bisa ditangani oleh salah satu unsur saja.

“Perlu adanya kolaborasi dari Puskesmas Separi III, para kader posyandu, pemerintah desa, hingga orang tua balita untuk bisa mengatasi stunting ini dengan baik,” ucap Ghani.

Program ini dilakukan kepada tiga puluh satu anak yang masuk dalam kategori stunting selama satu bulan penuh dengan pendampingan dari para kader posyandu, Puskesmas, dan pemerintah desa.
Program ini dilakukan kepada tiga puluh satu anak yang masuk dalam kategori stunting selama satu bulan penuh dengan pendampingan dari para kader posyandu, Puskesmas, dan pemerintah desa.

Diungkapkan Ghani, salah satu program yang sedang berjalan saat ini adalah program kuratif yaitu pemberian makanan bergizi dengan protein lokal dan pemberian suplemen zat besi. Hal ini dilakukan guna mempercepat pertumbuhan balita yang masuk dalam kategori stunting.

“Program ini dilakukan kepada tiga puluh satu anak yang masuk dalam kategori stunting selama satu bulan penuh dengan pendampingan dari para kader posyandu, Puskesmas, dan pemerintah desa yang diharapkan dapat mengurangi angka stunting di sekitar operasional Perusahaan,” harap Ghani.

Sementara itu, Kepala Desa Suka Maju, Kuswara menyampaikan apresiasinya kepada PAMA BAYA yang telah menjalankan program ini di desanya.

“Tentu kami berterima kasih kepada PAMA yang telah menginisasi program ini untuk anak-anak kami yang merupakan generasi masa depan Desa Suka Maju,” ungkapnya.

Kuswara berharap dengan adanya program ini bisa menurunkan angka stunting di desanya sekaligus menjadi pengingat bagi para orang tua balita untuk meningkatkan kesadaran pola asuh anak agar tumbuh dengan baik. (as)

Editor : Indra Zakaria