Media ini pun mencari tahu dari mana batu bara itu berasal. Karena di sekitar jetty tersebut sama sekali tak ada aktivitas penambangan batu bara yang juga dibenarkan oleh masyaskat sekitar.
"Ada tambang, tetapi jauh. Tidak pernah ada hauling lewat sini (jalan kampung)," kata Siswo (48), yang mengaku warga setempat ketika sedang memancing tidak jauh dari jetty tersebut. Sepengetahuan Siswo, jetty tersebut sudah lebih dari 1,5 tahun beroperasi.
"Kalau izin saya tidak pernah tahu ada atau tidak. Saya pernah dengar yang punya namanya Pak Rudi. Tinggalnya di kota (Samarinda Kota)," ujarnya. Pantauan media ini, batu bara yang menggunung di jetty tersebut, tampak mulai dipindahkan ke tongkang (loading, Red) dengan menggunakan dump truck yang bolak balik mengangkut dan membuang batu bara dari area stockpile di jetty.
Untuk memastikan status izin jetty batu bara itu, media ini selanjutnya mengkonfirmasi ke Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Samarinda. Karena jetty milik perorangan atau swasta itu masuk dalam kategori Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS).
Namun untuk sementara Kepala KSOP Kelas 1 Samarinda, Mursidi melalui Kelapa Bidang Lalu Lintas (Kabid Lala), Capt. Rona Wira menyatakan masih akan melakukan pengecekan terlebih dahulu. "Terima kasih informasinya. Kami akan lakukan pengecekan lokasi (jetty, Red) dan juga statusnya," singkatnya. (oke/nha)