Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Lahan Eks Barito Pacific Dijadikan Jetty, Tumpuk dan Loading Batu Bara dari Sumber Tak Jelas

Redaksi Sapos • Jumat, 21 Juni 2024 | 06:00 WIB
MENCURIGAKAN. Jetty dan tumpukan batu bara yang ada di lahan eks Barito Pacific.OKE/SAPOS
MENCURIGAKAN. Jetty dan tumpukan batu bara yang ada di lahan eks Barito Pacific.OKE/SAPOS

 

 Lama tak beroperasi setelah bisnis perkayuan mulai lemas di awal tahun 2000-an, lahan eks Barito Pacific di Jalan Barito, RT 32, Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, tak lagi terurus. Masyarakat pun bisa leluasa keluar masuk ke area eks pabrik plywood itu dengan melintasi pintu gerbang pabrik yang tidak tertutup.

Meski begitu, masyarakat yang masuk ke area eks pabrik itu hanya untuk melaksanakan salat di masjid yang tak jauh dari pintu gerbang utama dan bersantai di tepi Sungai Mahakam. Memasuki lahan yang diperkirakan luasnya lebih dari 600 hektare itu, yang terlihat hanya hamparan rumput liar di antara jalan cor dengan bangunan tua yang tidak terurus.

 

Aktivitas tak biasa pun ditemukan media ini. Di ujung lahan eks pabrik itu, yang masih masuk di lahan eks Barito Pacific, terdapat jetty penumpukan batu bara. Sejumlah alat berat jenis ekskavator dan buldozer serta dump truk juga terlihat. 

Media ini pun mencari tahu dari mana batu bara itu berasal. Karena di sekitar jetty tersebut sama sekali tak ada aktivitas penambangan batu bara yang juga dibenarkan oleh masyaskat sekitar.

"Ada tambang, tetapi jauh. Tidak pernah ada hauling lewat sini (jalan kampung)," kata Siswo (48), yang mengaku warga setempat ketika sedang memancing tidak jauh dari jetty tersebut. Sepengetahuan Siswo, jetty tersebut sudah lebih dari 1,5 tahun beroperasi.   

"Kalau izin saya tidak pernah tahu ada atau tidak. Saya pernah dengar yang punya namanya Pak Rudi. Tinggalnya di kota (Samarinda Kota)," ujarnya. Pantauan media ini, batu bara yang menggunung di jetty tersebut, tampak mulai dipindahkan ke tongkang (loading, Red) dengan menggunakan dump truck yang bolak balik mengangkut dan membuang batu bara dari area stockpile di jetty.

Untuk memastikan status izin jetty batu bara itu, media ini selanjutnya mengkonfirmasi ke Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Samarinda. Karena jetty milik perorangan atau swasta itu masuk dalam kategori Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS).

Namun untuk sementara Kepala KSOP Kelas 1 Samarinda, Mursidi melalui Kelapa Bidang Lalu Lintas (Kabid Lala), Capt. Rona Wira menyatakan masih akan melakukan pengecekan terlebih dahulu. "Terima kasih informasinya. Kami akan lakukan pengecekan lokasi (jetty, Red) dan juga statusnya," singkatnya. (oke/nha)

 

 
Editor : Indra Zakaria