TENGGARONG -W (38), pria sebatang kara yang ditemukan meninggal dunia di sewannya di Jalan Ampera, RT 33 Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada Jumat (21/6) tadi dikenal tetangga sebagai sosok penyendiri.
Hal ini diungkapkan Ketua RT 33 Kelurahan Melayu, Supriyadi. Ia mengatakan W adalah seorang perantau asal Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. W sendiri bukan penghuni tetap di sewaan tersebit. Supriyadi mengungkapkan bahwa W adalah penduduk liar. Lantaran penyewa tidak ada menerima fotokopi KTP maupun KK dari W.
"Saya sudah meminta kepada penyewa untuk minta fotokopi tanda penduduk kepada W, tapi tidak digubris sama sekali," ujar Supriyadi.
W sendiri dikenal tetangga sebagai sosok penyendiri. Selama berdiam di sewaan tersebut, W hanya sekedar tidur saja, tidak menetap. Supriyadi mengatakan W sehari-harinya bekerja sebagai pegawai perusahaan di Kelurahan Loa Tebu, Tenggarong. Oleh karena itu, tidak pernah mendiang bersosialisasi dengan tetangga. Namun, selama tinggal di sewaan tersebut, terkadang W membawa teman kerjanya.
"Sudah hampir setahun almarhum (W) menyewa disini. Tidak ada tetangga yang kenal baik dengan beliau," jelasnya.
Untuk diketahui, W ditemukan meninggal dunia dalam posisi telungkup di sewaannya sekitar pukul 18.30 WITA tadi oleh tetangganya. Seusai dievakuasi sekitar pukul 20.00 WITA, kini jasad W berada di RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang. Untuk dilakukan visum oleh Inafis Satreskrim Polres Kukar. (moe)
Editor : Indra Zakaria