Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Juli Nanti, Warga Balikpapan Bersiap Nikmati Transportasi Massal Baru

Dina Angelina • Sabtu, 22 Juni 2024 - 15:09 WIB
Ilustrasi transportasi umum di Balikpapan. Nantinya SAUM bakal diterapkan di Kota Minyak. (Foto: Anggi/KP)
Ilustrasi transportasi umum di Balikpapan. Nantinya SAUM bakal diterapkan di Kota Minyak. (Foto: Anggi/KP)

 

 Transportasi massal dengan sistem by the service (BTS) bakal segera diterapkan di Kota Minyak. Sebelumnya Pemkot Balikpapan terlebih dahulu menyusun rencana sarana angkutan umum massal (SAUM) yang bakal beredar di jalan protokol tersebut.
 
Program bantuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ini bisa dinikmati warga dalam waktu dekat. Setelah melewati persiapan enam bulan terakhir, Kemenhub akan mendistribusikan bantuan dalam bentuk bus. Pembahasan memorandum of understanding (MoU) antara Pemkot Balikpapan dengan Kemenhub sudah selesai.
Baca Juga: Pria yang Ditemukan Meninggal Dunia di Tenggarong Dikenal Tetangga Sebagai Penyendiri
 
“Rencana Agustus harus jalan sudah. Kami sudah selesaikan draft MoU tentang hak dan kewajiban,” kata Kepala Dinas Perhubungan Balikpapan Adwar Skenda Putra, Jumat (21/6). Dia menjelaskan, nantinya SAUM dengan sistem BTS ditangani oleh Kemenhub selama tiga tahun.
 
Selanjutnya baru diserahkan kepada Pemkot Balikpapan dengan beberapa aturan agar program bisa terus berjalan. Pria yang akrab disapa Edo ini menuturkan, pihaknya menargetkan penandatanganan MoU bisa terlaksana Juli. “Sekaligus launching SAUM dengan sistem BTS di Balai Kota Balikpapan,” ujarnya.
Sebelumnya Dinas Perhubungan mengusulkan 32 unit bus untuk beroperasi pada tiga koridor. Namun sepertinya Kemenhub akan memberikan bantuan 22 unit bus terlebih dahulu. “Bus kapasitas sekitar 32-40 penumpang. Kemungkinan nominal anggarannya sekitar Rp 20 - 25 miliar,” tuturnya.
 
Edo bercerita, saat ini Kemenhub masih melakukan persiapan sarana prasarana untuk operasional bus tersebut. Pemkot Balikpapan telah menyampaikan usulan terkait motif yang digunakan bus di Kota Beriman. “Misalnya ada motif tambahan berupa ikon kota yakni beruang madu atau tagline Balikpapan Nyaman,” bebernya.
 
Serta desain motif batik kelubut. Harapannya beberapa pilihan motif ini bisa ditampilkan agar terlihat sebagai identitas Balikpapan. Tak hanya menunggu bus datang, Pemkot Balikpapan sudah melakukan persiapan seperti membangu atau merenovasi halte dan rambu. 
 
Dia optimis, program dari kementerian kepada daerah mitra IKN ini berjalan lancar dan disambut positif masyarakat. “Insyaallah Balikpapan menjadi kota modern,” ucapnya. Tentu targetnya kehadiran transportasi massal ini bisa mengatasi kemacetan yang ada di Balikpapan. Sebagai salah satu dampak kehadiran IKN. (gel)
Editor : Indra Zakaria