SAMARINDA–Penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Samarinda jenjang sekolah menengah pertama (SMP) jalur zonasi telah dibuka mulai Senin (24/6).
Beberapa sekolah ramai dikunjungi orangtua atau wali siswa. Sebagian wali siswa memilih mendaftar secara offline. Namun, sebagian tetap mendaftar secara online.
Eli, ibu rumah tangga berusia 40 tahun itu sejak pukul 08.30 Wita bersama anaknya rela menunggu antrean panjang. Dia berharap anak perempuannya bisa bersekolah di SMP 6. Bukan karena fasilitas, prestasi, atau gedung mewah, sebagai dasar dia memilih sekolah tersebut. “Karena jarak rumah dengan sekolah cukup dekat. Rumah saya di Jalan Lambung Mangkurat, Mas, jadi dekat dengan sekolah,” ucapnya ketika ditemui Kaltim Post, Selasa (25/6) di ruang tunggu verifikasi berkas. Eli memutuskan tidak mendaftar melalui platform digital yang sudah disiapkan. Kekhawatiran Eli berkas yang sudah diunggah ke platform tersebut tidak bisa diakses panitia.
“Dari pada salah-salah, mending kasih berkas fisik. Tapi kalau panitia menyuruh tetap diunggah saya akan lakukan, minta bantuan dari panitia sekolah,” sambungnya.
Berkas yang dipersiapkan Eli antara lain kartu keluraga (KK), akte kelahiran, dan surat keterangan lulus (SKL). “Verifikasi berkas fisik tadi sudah. Tinggal menunggu antrean verifikasi online, mungkin nanti dibantu sama panita dari berkas yang saya bawa untuk dimasukan ke online,” tuturnya sekitar pukul 11.20 Wita.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Panitia PPDB SMP 6 Samarinda Zainal Pahmiyadi menyebut, per 25 Juni 2024, pendaftar jalur zonasi cukup padat. Ada empat operator yang disiapkan dalam proses pendaftaran. "Memang sebagian besar warga yang mendaftarkan anaknya secara langsung tanpa melalui platform yang disedikan. Tapi itu tidak menggangu proses pendaftaran, karena akan dibantu pantia ketika mengunggah berkas yang sudah dibawa," ujarnya.
Hal serupa diungkapkan Wakil Kurikulum SMP 21 Samarinda, Rubiyah. Tahun ini dibutuhkan sebanyak enam rombongan belajar (kelas) khusus jalur zonasi. Tiga kelasnya untuk jalur afirmasi. "Jadi, dalam satu kelas ada 32 peserta didik. Sampai dengan saat ini kami masih menunggu, di hari pertama banyak masyarakat yang mendaftar secara langsung. Tapi alhamdulillah bisa diakomodir karena kami buat dua panel pelayanan, dan diisi empat operator," singkatnya.
Sebagai informasi, pelaksanaan PPDB akan berlangasug sejak 24–26 Juni. Setelah itu akan ada pengumuman pada 28 Juni. Dan dilanjutkan daftar ulang pada 1–3 Juli mendatang. (dra)
EKO PRALISTIO
pralistioeko@gmail.com
Editor : Indra Zakaria