Tim pemadam kebakaran dan relawan yang tiba di lokasi berupaya memadamkan api, namun padatnya bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu membuat api cepat menyebar. Setelah dua jam berjibaku, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 02.40 Wita. Meski api telah padam, hampir seluruh harta benda warga tidak dapat diselamatkan.
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Samarinda, Hery Nurdi, mengonfirmasi insiden tersebut dan mengungkapkan beberapa kendala yang dihadapi tim pemadam, termasuk akses jalan yang sempit dan banyaknya warga yang berkerumun di sekitar lokasi kebakaran.
“Kami menghadapi beberapa kendala, terutama akses jalan yang sempit dan banyaknya warga yang berkerumun di sekitar lokasi kebakaran,” kata Hery. Menurut data dari Info Taruna Samarinda (ITS), 11 bangunan yang terbakar terdiri dari 8 rumah tunggal dan 3 indekos.
Dua warga dilaporkan pingsan akibat insiden ini dan harus dilarikan ke rumah sakit. Meski tidak ada korban jiwa, Hery menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan polisi terkait penyebab kebakaran tersebut. Ia juga mengimbau warga untuk tetap waspada karena kebakaran dapat terjadi kapan saja.
“Kami mengimbau warga untuk selalu waspada, karena musibah kebakaran bisa terjadi kapan saja,” tutup Hery. (kis/beb)