Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Diduga Ada yang Bermain Api, Kebakaran Hanguskan 11 Bangunan di Pasar Pagi

Redaksi Sapos • Senin, 12 Agustus 2024 - 16:47 WIB
SENGAJA? Petugas Damkar dan Relawan berjibaku memadamkan api yang melalap permukiman di Jalan Abdul Hasan, Kelurahan Pasar Pagi, Kecamatan Samarinda Kota, diduga ada unsur kesengajaan. (kis)
SENGAJA? Petugas Damkar dan Relawan berjibaku memadamkan api yang melalap permukiman di Jalan Abdul Hasan, Kelurahan Pasar Pagi, Kecamatan Samarinda Kota, diduga ada unsur kesengajaan. (kis)

 

Kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di Jalan Abdul Hasan, Kelurahan Pasar Pagi, Kecamatan Samarinda Kota, pada Jumat (9/8) dini hari. Sebanyak 11 bangunan hangus terbakar, dan 48 jiwa dari 12 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal akibat insiden ini.

Kebakaran diduga dipicu oleh ulah Yudin (39), seorang penghuni rumah yang diketahui memiliki gangguan jiwa. Sebelumnya, Yudin dilaporkan sempat bermain api di lokasi yang sama. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 00.40 Wita itu menimbulkan kepanikan di kalangan warga, yang segera berusaha menyelamatkan diri dan barang-barang mereka.

 

“Rumah saya berada tepat di seberang rumah yang pertama kali terbakar. Saya hanya sempat menyelamatkan sepeda motor, sisanya hangus terbakar,” kata Ramli, Ketua RT 13 yang tinggal di dekat lokasi kejadian. 

Tim pemadam kebakaran dan relawan yang tiba di lokasi berupaya memadamkan api, namun padatnya bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu membuat api cepat menyebar. Setelah dua jam berjibaku, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 02.40 Wita. Meski api telah padam, hampir seluruh harta benda warga tidak dapat diselamatkan.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Samarinda, Hery Nurdi, mengonfirmasi insiden tersebut dan mengungkapkan beberapa kendala yang dihadapi tim pemadam, termasuk akses jalan yang sempit dan banyaknya warga yang berkerumun di sekitar lokasi kebakaran.

“Kami menghadapi beberapa kendala, terutama akses jalan yang sempit dan banyaknya warga yang berkerumun di sekitar lokasi kebakaran,” kata Hery. Menurut data dari Info Taruna Samarinda (ITS), 11 bangunan yang terbakar terdiri dari 8 rumah tunggal dan 3 indekos.

 

Dua warga dilaporkan pingsan akibat insiden ini dan harus dilarikan ke rumah sakit. Meski tidak ada korban jiwa, Hery menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan polisi terkait penyebab kebakaran tersebut. Ia juga mengimbau warga untuk tetap waspada karena kebakaran dapat terjadi kapan saja.

“Kami mengimbau warga untuk selalu waspada, karena musibah kebakaran bisa terjadi kapan saja,” tutup Hery. (kis/beb)

 

 
Editor : Indra Zakaria