Waspadai Ancaman Cacar Monyet, Pengawasan di Pintu Masuk Kaltim Diperketat
Redaksi Sapos• Rabu, 4 September 2024 - 16:15 WIB
ilustrasi cacar
Meskipun kasus cacar monyet belum terdeteksi di Kalimantan Timur (Kaltim), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim telah mengambil langkah-langkah pencegahan serius untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya penyakit menular ini ke wilayah tersebut. Pengawasan ketat diterapkan di pintu-pintu masuk utama, seperti bandara dan pelabuhan, sebagai respons atas laporan beberapa kasus cacar monyet di Jakarta dan Pulau Jawa.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kaltim, Setyo Budi Basuki, menjelaskan bahwa koordinasi dengan Kantor Karantina Kesehatan di Samarinda dan Balikpapan telah diperkuat untuk memantau pergerakan orang yang tiba melalui jalur udara dan laut. “Kami fokus pada pengawasan ketat di pintu-pintu masuk wilayah untuk mendeteksi gejala awal cacar monyet,” ujar Basuki.
Sebagai langkah awal, pemeriksaan suhu tubuh dilakukan secara intensif untuk mendeteksi tanda-tanda awal penyakit ini. Dinkes Kaltim juga menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit dan puskesmas, untuk waspada dan siap melakukan deteksi dini terhadap pasien yang menunjukkan gejala cacar monyet.
Basuki menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi ancaman ini. Ia mengimbau agar masyarakat segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda atau gejala yang mencurigakan.
“Cacar monyet memiliki gejala yang mirip dengan cacar air, seperti munculnya ruam atau bintil berair di wajah, dada, dan bagian dalam hidung serta mulut,” jelas Basuki. Namun, gejala yang khas pada cacar monyet adalah pembengkakan kelenjar getah bening di area rahang bawah, leher, dan selangkangan.
Walaupun belum ada kasus yang terkonfirmasi di Kaltim, Basuki menegaskan pentingnya langkah pencegahan dan kesiapsiagaan. Masyarakat juga diimbau untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh melalui pola hidup sehat. (mrf/beb)