Di tengah selesainya proyek Teras Samarinda tahap satu, permasalahan baru muncul terkait pembayaran gaji para pekerja. Sekitar 80 pekerja mengeluhkan belum menerima gaji mereka sejak April lalu, yang membuat kondisi semakin sulit bagi sebagian pekerja hingga ada yang terpaksa berjalan kaki pulang ke Balikpapan. Meski sudah dua kali dipanggil untuk mediasi oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Samarinda, pihak kontraktor terus mangkir, memperburuk situasi.
Kuasa hukum para pekerja, Sudirman, mengungkapkan bahwa permasalahan ini telah dilaporkan secara resmi ke Disnaker. Namun, mediasi tidak membuahkan hasil karena pihak kontraktor belum menunjukkan itikad baik untuk hadir dan menyelesaikan kewajibannya. “Kami akan menghadiri panggilan berikutnya pada 10 September, karena Disnaker telah memanggil kontraktor untuk ketiga kalinya,” jelas Sudirman.
Baca Juga: Ada Terbentang Spanduk Penolakan Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik: Alhamdulillah
Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnaker Samarinda, M. Reza Pahlevi, menyatakan pihaknya akan segera merumuskan tindakan tegas jika pihak kontraktor terus mengabaikan panggilan mediasi.
“Kami akan memproses anjuran ini secepat mungkin, dan Wali Kota Andi Harun juga meminta agar masalah ini segera diselesaikan,” ujar Reza.
Sementara itu, proyek Teras Samarinda yang memakan biaya Rp 36,9 miliar baru saja rampung pada Juli lalu setelah mengalami empat kali adendum. Namun, hingga kini area tersebut belum dibuka untuk umum karena masih ada pekerjaan minor yang belum selesai. (hun/beb)