Kebutuhan ruang publik berupa taman kini disuarakan oleh Inisiator Kawan Taman Rizky Aulia. Dirinya mengakui Samarinda saat ini memang masih kekurangan taman yang nyaman. Padahal banyak aktivitas dari komunitas-komunitas muda yang membutuhkan ruang-ruang publik.
Selain karena tidak terawat, nyatanya tidak semua taman memiliki fasilitas yang cukup seperti Teras Samarinda. Sehingga masih jarang ada masyarakat yang berminat melakukan aktivitas rekreasi di ruang-ruang terbuka hijau ini. “Padahal daripada ke mal, lebih baik menghabiskan waktu bersosialisasi di taman,” ungkapnya belum lama ini dalam diskusi perubahan iklim.
Dirinya pun mendorong agar pemerintah juga bisa melakukan perawatan yang rutin di taman-taman yang telah terbangun saat ini. Sehingga mampu mendorong minat masyarakat untuk sekadar berekreasi ke ruang-ruang publik dengan fasilitas yang nyaman. “Ruang publik yang ideal itu bisa jadi ruang ketiga untuk kita bisa bersosialisasi, sayangnya masih banyak taman yang lampunya sudah redup,” sebutnya.
Menyikapi hal ini, Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Pertamanan Dinas Lingkungan (DLH) Kota Samarinda, Basuni mengakui saat ini pihaknya memang masih keterbatasan anggaran untuk melakukan pemeliharaan taman. Namun upaya untuk menjaga kebersihannya masih rutin dilakukan oleh para petugas kebersihan.
“Kami juga butuh dukungan dan kesadaran dari masyarakat untuk menjaga kebersihan,” ujar Basuni.
Pasalnya tidak semua pengunjung taman memiliki memiliki kesadaran tersebut. Sebut saja yang terjadi di Teras Samarinda. Sekalipun sudah ada tempat sampah, nyatanya tak cukup untuk menjaga kebersihan di taman yang dibangun senilai Rp 36,9 miliar itu. “Upaya penindakan sudah beberapa kali kami lakukan, tapi kami bertekad agar kesadaran itu timbul dari diri masing-masing karena kalau menangkap-nangkap saja bukan solusi,” pungkasnya. (hun/nha)