Perbatasan antara Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Selatan (Kalsel) kini mengalami pembaruan dengan berbagai fasilitas publik yang dibangun. Selain pos jaga dan area parkir, juga terdapat musala dan fasilitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang diharapkan selesai pada akhir tahun ini.
Menurut Muhamad Syaukani, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Paser, pembangunan ini merupakan bagian dari program Cipta Karya Provinsi Kaltim. “Pembangunan ini meliputi pembangunan rest area, gapura, dan kios di perbatasan Kaltim,” ujarnya.
Meski demikian, pihak DPUTR Paser belum mengetahui rincian anggaran dan progres pembangunan tersebut karena proyek ini sepenuhnya dikelola oleh provinsi.
Rosy Irdiyantie, SP, Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Litbang Kabupaten Paser, menambahkan bahwa Kabupaten Paser hanya menyediakan lahan dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat.
“Kami hanya menyediakan lahan dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Mengenai waktu pelaksanaan dan bentuk bangunan, kami tidak mengetahuinya secara detail,” ujar Rosy.
Pembangunan fasilitas di perbatasan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Fasilitas yang dibangun diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi warga, dan nantinya akan dikelola oleh Kecamatan Muara Komam.
Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan dapat mendorong perekonomian lokal dan mempermudah akses masyarakat terhadap berbagai layanan.
Pembangunan fasilitas publik di perbatasan Kaltim-Kalsel ini menjadi langkah positif dalam menciptakan kawasan yang lebih nyaman dan mendukung kegiatan ekonomi serta sosial masyarakat setempat.(ran/vie)
Editor : Indra Zakaria