TENGGARONG - Berkat keberhasilannya dalam melakukan pembangunan di tingkat pedesaan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menoreh Panji Keberhasilan Pembangunan Wilayah Pedesaan Terbaik kedua dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim).
Bukan hanya panji keberhasilan yang diterima saat HUT Ke-68 Kaltim. Beberapa desa di Kukar juga berhasil meraih prestasi di tingkat provinsi hingga nasional. Menambah koleksi prestasi pemerintah desa (Pemdes) asal Kukar.
Beberapa di antaranya yang meraih prestasi nasional adalah Kepala Desa Pela Kecamatan Kota Bangun atas Desa Wisata Nusantara (Juara V) dan Alimin Azarbaijan (Ketua BPD Pela/Ketua Pokdarwis) sebagai Juara 1 Pelopor Desa Wisata Inspiratif.
Diikuti dengan Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan yang meraih Desa Sadar Hukum dan Keterbukaan Informasi Publik. Paralegal Justice Award yang diterima Kades Batuah Abdul Rasyid dan Kepala Desa Kota Bangun II Joko Purnomo. Dan Desa Loa Duri Ilir Kecamatan Loa Janan atas Desa Cinta Statistik.
Dari prestasi lokal hingga nasional ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar Arianto ucapkan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Pemdes yang telah bekerja keras.
"Kami di DPMD Kukar mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang meraih prestasi. Harapannya menjadi motivasi tersendiri bagi desa-desa yang belum mendapatkan penghargaan," ungkap Arianto usai Apel Gabungan di Pemkab Kukar, Senin (20/1).
Arianto menegaskan, jajarannya berkomitmen untuk meningkatkan prestasi ini. Pihaknya pun terus melakukan evaluasi, mengingat tahun 2023 panji keberhasilan mencapai peringkat tiga. Dan meningkat di peringkat kedua saat HUT Kaltim kemarin.
Ia mengungkapkan, pengelolaan potensi dan aset desa oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes) juga menjadi indikator keberhasilan pembangunan desa.
"Beberapa desa kami sudah berhasil raih omzet hingga miliaran, namun belum sampai PADes. Kedepan akan kami dorong untuk mengoptimalkan potensi dan aset ke PADes. Sehingga desa di Kukar itu bisa mandiri fiskal," tutup Arianto. (moe)
Editor : Indra Zakaria