TENGGARONG - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) unggulan Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto telah berjalan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sejak hari Senin (17/2) kemarin.
Tiga hari berlangsung, program ini masih berjalan dengan lancar di Kecamatan Tenggarong. Tepat di jantung Kota Raja, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 018 Tenggarong menjadi salah satu penerima manfaat program baru ini.
Berkunjung ke sekolah dasar yang terletak di Jalan Stadion, Kelurahan Panji ini. Senyum sumringah terlukis di wajah para murid kala menerima MBG yang dikemas di ompreng stainless steel dari guru mereka. Dengan menu telur rebus bumbu, tumis buncis, tahu goreng, nasi putih dan pisang.
Salah satunya adalah Azka. Murid kelas 1 SD ini mengaku senang mendapat bekal gratis. Antusiasme Azka sangat tinggi sehingga ia memakan dengan cara muluk atau dengan tangan. Berbeda dengan teman-temannya yang makan dengan sendok dan garpu.
"Senang om, nggak perlu bawa bekal lagi dari rumah. Hemat sangu," cerita Azka kepada Prokal.co, Rabu (19/2).
Untuk diketahui, program MBG ini merupakan unggulan Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto dengan Gibran Rakabuming Raka. Tujuannya adalah meningkatkan gizi anak-anak dan ibu hamil guna mewujudkan Indonesia Emas Tahun 2045.
Waka Humas SDN 018 Tenggarong Atin Pujiyatmi didampingi Ketua Tim Pengawas PJAS Perdana Rizki menyambut baik program pemerintah ini. Dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan kepada 514 murid di sekolah mereka.
Atin mengatakan, sekolahnya telah mengatur mekanisme distribusi MBG ini ke anak-anak. Yakni menerima makanan dari panitia MBG pada pukul 10.00 WITA. Dilanjutkan dengan pembagian ke masing-masing kelas sesuai panggilan di pukul 10.30 WITA. Dan waktu makan siang di pukul 11.00 WITA.
"Total penerima di sekolah kami ada 514 murid, cuman kadang sehari ada yang tidak turun. Sisanya akan diakomodasi wali kelas, lebih dari itu biasanya diserahkan ke guru petugas. Kadang ditampung temannya juga misal habis, karena nafsu makan anak-anak berbeda-beda," cerita Atin.
Atin juga mengatakan, selama tiga hari berjalan ini pihaknya juga didampingi Babinsa Kodim 0906/KKR. Pun sekolahnya rutin berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan tim pelaksana MBG.
Meksi di hari kedua sempat ada kendala berupa kekurangan nasi dan lauk di tiga kotak. Sekolahnya segera mendapat akomodasi dari tim pelaksana. Untuk menu makanan pun kejutan, pihaknya tidak tau tiap harinya, namun selalu bervariatif.
"BGN juga selalu memeriksa makanan apakah ada bau kurang sedap atau susu expired mereka yang mengecek. Dan sejauh ini aman, semoga kedepannya terus begini," harap Atin. (moe)
Editor : Indra Zakaria