Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

RSUD Sepaku Tantangan Baru dalam Menyediakan Pelayanan Medis Optimal

Wawan • Selasa, 18 Maret 2025 | 11:17 WIB

Photo
Photo

PROKAL.CO, PENAJAM - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe B di Kecamatan Sepaku, yang baru saja diresmikan, kini menghadapi sejumlah kendala serius dalam memberikan pelayanan medis yang maksimal kepada masyarakat. Meski gedung RSUD yang dibangun dengan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) telah selesai, rumah sakit ini belum bisa beroperasi secara penuh.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dr. Jansje Grace Makisurat, mengungkapkan bahwa meskipun fasilitas fisik rumah sakit sudah rampung, pihaknya masih menghadapi kekurangan alat kesehatan dan tenaga medis spesialis. “Gedung sudah selesai dibangun, tetapi untuk dapat memberikan pelayanan yang optimal, kami memerlukan tenaga medis yang memadai. Tanpa itu, semua fasilitas yang ada tidak akan bisa dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya saat diwawancarai pada Jumat, 4 Maret 2025.

RSUD Sepaku dilengkapi dengan berbagai fasilitas canggih, seperti ruang perawatan ICU, NICU, PICU, serta kamar operasi. Namun, fasilitas-fasilitas ini belum bisa berfungsi maksimal karena ketiadaan tenaga medis yang memenuhi kebutuhan spesialisasi. Salah satu kekurangan paling signifikan adalah minimnya tenaga dokter spesialis, terutama dalam bidang bedah dan anestesi.

“Kami sudah memiliki ruang operasi, tetapi tanpa adanya dokter bedah dan anestesi, operasi belum bisa kami jalankan. Ini menjadi tantangan utama kami saat ini,” tambah dr. Grace.

Sebagai rumah sakit tipe D, RSUD Sepaku seharusnya mampu menyediakan layanan medis umum, perawatan gawat darurat, layanan spesialis dasar, serta perawatan kebidanan. Namun, masalah kekurangan tenaga medis ini menghambat rumah sakit dalam mencapai standar pelayanan yang diharapkan, yang seharusnya sudah bisa dilaksanakan pada tahap ini.

Untuk sementara, RSUD Sepaku mengandalkan tenaga medis kontrak dari rumah sakit lain, seperti RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB) dan RSUD Samboja. Pemerintah daerah juga telah membuka kesempatan bagi tenaga medis untuk mengisi formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Namun, meski peluang ini terbuka, minat tenaga medis untuk mengisi posisi tersebut masih sangat rendah. Bahkan, pada penerimaan PPPK terbaru, tidak ada tenaga medis yang mendaftar.

Menanggapi hal ini, dr. Grace berharap pemerintah daerah dapat menciptakan strategi khusus untuk menarik minat tenaga medis agar bersedia bertugas di daerah tersebut. "Kami sangat membutuhkan solusi agar para tenaga medis tertarik untuk bekerja di sini, mengingat tantangan besar yang kami hadapi untuk memaksimalkan layanan kesehatan," ungkapnya.

Dengan adanya upaya-upaya tersebut, diharapkan RSUD Sepaku bisa segera memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan optimal bagi masyarakat Kecamatan Sepaku, serta menjadi rumah sakit yang dapat diandalkan untuk masa depan. (kim/adv)

Editor : Wawan
#ADV PEMKAB PPU #pemkab ppu