Gemar Membaca Meningkat, Penajam Paser Utara Catatkan Skor 66 pada Indeks Literasi 2024
Wawan• 2025-04-21 08:22:50
Photo
PENAJAM – Seiring dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat tentang pentingnya membaca, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menunjukkan kemajuan yang menggembirakan dalam hal literasi. Berdasarkan hasil survei Indeks Kegemaran Membaca tahun 2024, PPU berhasil meraih skor 66 dari skala 0 hingga 100, sebuah lonjakan signifikan dibandingkan dengan angka 52,06 yang tercatat pada tahun 2023.
Aswar Bakri, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispustakar) PPU, mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari pemenuhan sejumlah indikator yang ditetapkan oleh pemerintah pusat dalam mengukur tingkat minat baca masyarakat.
“Ada lima indikator utama yang kami ukur dalam survei ini. Ini menjadi acuan penting untuk mengetahui sejauh mana minat baca masyarakat di PPU,” jelas Aswar, Kamis (17/4/2025).
Lima indikator tersebut mencakup frekuensi membaca—seberapa sering seseorang membaca dalam seminggu, dan durasi membaca—berapakah waktu yang dihabiskan seseorang untuk membaca setiap hari.
“Selain itu, kami juga menilai jenis buku yang dibaca. Kami menghitung berapa banyak dan jenis buku apa saja yang dibaca oleh masyarakat dalam tiga bulan terakhir,” tambah Aswar.
Namun, yang semakin menarik, dua indikator terakhir kini mengakomodasi perkembangan teknologi digital. Frekuensi dan durasi mengakses internet untuk mencari informasi, termasuk konten edukasi dan literasi digital, juga dihitung sebagai bagian dari kegemaran membaca.
“Kegiatan di dunia maya yang bersifat edukatif atau literasi digital kini menjadi indikator penting, mengingat peran internet dalam kehidupan sehari-hari sangat besar,” jelasnya.
Survei dilakukan dengan metode acak dan rinci, mencatat data demografis seperti usia, jenis kelamin, hingga sebaran lokasi responden. Dengan metodologi ini, Aswar memastikan bahwa hasil yang diperoleh bisa dipertanggungjawabkan dan mencerminkan kondisi sesungguhnya di lapangan.
“Hasil survei ini kami anggap valid dan menggambarkan gambaran riil mengenai minat baca di PPU. Kami ingin hasilnya tidak hanya menjadi angka, tetapi juga menjadi bahan refleksi,” tambahnya.
Meskipun angka 66 sudah menunjukkan kemajuan, Aswar mengakui bahwa angka tersebut masih terhitung dalam kategori sedang. Artinya, masih ada banyak ruang untuk berkembang.
“Pencapaian ini positif, tapi kita masih memiliki pekerjaan rumah. Masih banyak yang perlu ditingkatkan, terutama dalam akses terhadap bahan bacaan dan penguatan literasi digital di masyarakat,” tuturnya.
Bagi Dispustakar PPU, angka ini bukan akhir dari upaya, melainkan titik awal untuk terus mendorong budaya literasi yang lebih inklusif dan merata. Aswar optimistis bahwa tren ini akan terus membaik dengan adanya upaya bersama dari berbagai pihak.
“Kami akan terus mendorong, memperluas akses, dan memberikan lebih banyak ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan literasi mereka. Tren yang positif ini menjadi motivasi bagi kami untuk bekerja lebih keras,” ujarnya. (kim/adv)