Minat Baca di PPU Perkotaan Lebih Tinggi, Desa Butuh Perhatian Khusus
Wawan• Rabu, 21 Mei 2025 | 19:35 WIB
Photo
PROKAL.co, PENAJAM — Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), M Yusuf Basra, mengungkapkan adanya perbedaan minat baca yang signifikan antara masyarakat di wilayah perkotaan dan pedesaan. Meskipun belum ada klasifikasi resmi dalam data statistik, perbedaan tersebut dapat dilihat secara nyata.
“Memang kami belum secara khusus mengklasifikasikan berdasarkan usia atau wilayah, tapi saya pastikan ada pengaruhnya. Minat baca masyarakat di perkotaan cenderung lebih tinggi dibandingkan di pedesaan,” ujar Yusuf saat menjadi narasumber dalam podcast bersama KPFM, Rabu (21/5/2025).
Yusuf menjelaskan, rendahnya minat baca di wilayah pedesaan dipengaruhi oleh sejumlah faktor sosial dan budaya. Anak-anak di desa kerap kali tidak memiliki waktu cukup untuk membaca karena harus membantu aktivitas keluarga sehari-hari. Selain itu, keterbatasan bahan bacaan turut menjadi kendala utama.
“Di desa, anak-anak sering kali sibuk membantu orang tua sehingga waktu untuk membaca sangat terbatas. Ditambah lagi, ketersediaan bahan bacaan yang memadai juga masih minim,” katanya.
Faktor lain yang turut memengaruhi kebiasaan membaca adalah akses terhadap fasilitas perpustakaan. Yusuf menekankan bahwa ketersediaan sarana dan prasarana literasi menjadi kunci utama dalam membangun budaya baca di seluruh wilayah.
Sebagai langkah antisipatif, Dispusip PPU terus berupaya melakukan pemerataan akses literasi melalui inovasi perpustakaan keliling (Pusling). Program ini diharapkan mampu menjangkau masyarakat di daerah terpencil yang sulit memperoleh akses ke perpustakaan tetap.
“Pusling menjadi solusi agar masyarakat di pelosok tetap bisa mendapatkan bacaan yang layak dan bermutu,” tambah Yusuf.
Melalui upaya tersebut, Dispusip PPU optimistis dapat mengurangi kesenjangan minat baca antara wilayah kota dan desa.
“Kami berharap seluruh warga PPU memiliki kesempatan dan akses yang sama terhadap buku dan bacaan berkualitas, guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal di masa depan,” pungkasnya. (kim/adv)