Penajam - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penajam Paser Utara (PPU) terus mengawal rencana pembangunan jembatan tol penghubung antara Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU) - Melawai, Balikpapan.
Komitmen itu disampaikan Ketua DPRD PPU, Raup Muin yang menilai infrastruktur itu sangat diperlukan untuk meningkatkan akses dan mobilitas masyarakat.
“Rencana pembangunan itu terus kita kawal karena sangat dibutuhkan bagi masyarakat kita,” ucap Raup Muin belum lama ini.
Bahkan rencana pembangunan infrastruktur strategis itu telah masuk dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
Dituangkannya rencana yang sudah lama digagas itu ke dalam dokumen RTRW menjadi bukti nyata keseriusan Pemkab PPU dalam merealisasikan pembangunan tersebut.
“Rencana pembangunan jembatan Nipah-Nipah-Balikpapan sudah masuk Perda RTRW,” ujar Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU, Andi Yusuf.
Andi menilai kehadiran infrastruktur jembatan dapat mempersingkat waktu tempuh warga dari PPU menuju Balikpapan dibandingkan menggunakan kapal yang kini masih eksis bagi masyarakat karena menjadi satu-satunya alat transportasi.
Ia juga menyakini jembatan tol penghubung Nipah-Nipah akan membuka dan memperluas akses ekonomi, apalagi dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di dekat PPU yang digadang-gadang menjadi Ibu Kota Indonesia di masa depan.
“Jembatan itu sangat penting karena menjadi jalur konektivitas antarkabupaten dan kota, apalagi ada kehadiran IKN di dekat kita,” beber Andi.
Ia berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) maupun pusat dapat mendukung rencana pembangunan jembatan Nipah-Nipah-Balikpapan hingga terealisasi.
“Kami berharap rencana pembangunan jembatan ini bisa betul-betul terealisasi karena proyek ini sudah lama direncanakan,” tukasnya.(or21)
Editor : Wawan