Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Impor Kelapa Sawit Tiongkok Terbesar Kedua di Dunia, Indonesia Terus Perkuat Akses Pasar ke Negeri Tirai Bambu Itu  

Redaksi • Senin, 22 September 2025 - 16:37 WIB
RAMAI: Suasana Paviliun Indonesia di CAEXPO-CABIS Ke-22 di Nanning International Convention and Exhibition Center (NICEC), Tiongkok.
RAMAI: Suasana Paviliun Indonesia di CAEXPO-CABIS Ke-22 di Nanning International Convention and Exhibition Center (NICEC), Tiongkok.

PROKAL.CO, NANNING-Suasana Paviliun Indonesia di CAEXPO-CABIS Ke-22 di Nanning International Convention and Exhibition Center (NICEC), China, semakin semarak dengan kehadiran Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Tahun ini, BPDPKS kembali menggandeng Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) untuk membawa misi penting, mempromosikan sawit berkelanjutan sekaligus memperbesar akses pasar internasional, khususnya ke Tiongkok.

Booth BPDP menampilkan kampanye “sawit baik” yang menekankan keberlanjutan, keterlacakan (traceability), serta kontribusi sawit bagi perekonomian nasional.

Tidak sebatas edukasi, BPDP juga menghadirkan produk kreatif dari usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaan, salah satunya CV Smart Batik.

UMKM ini mengolah hasil samping kelapa sawit menjadi produk unik seperti sandal, tas, dan kerajinan tangan lainnya.

Produk ini sukses menarik perhatian pengunjung pameran, yang antusias menanyakan bahan baku, proses produksi, hingga peluang kemitraan bisnis.

Kehadiran produk inovatif berbasis sawit memperlihatkan wajah baru industri sawit Indonesia, tidak hanya berorientasi pada ekspor minyak sawit mentah (CPO), tetapi juga menghasilkan produk turunan bernilai tambah tinggi.

Suasana booth BPDP semakin ramai dengan interaksi langsung antara pelaku UMKM dan calon mitra bisnis Tiongkok, mencerminkan potensi besar bagi ekspansi pasar produk hilir sawit Indonesia.

Partisipasi BPDP di CAEXPO semakin relevan mengingat Tiongkok merupakan salah satu pasar utama sawit Indonesia.

Pada 2024, Tiongkok tercatat sebagai pengimpor minyak sawit terbesar kedua setelah India, dengan volume lebih dari 6 juta ton per tahun. Permintaan tersebut dipicu kebutuhan industri pangan, oleokimia, dan energi terbarukan.

Bagi Indonesia, penguatan akses pasar ke Negeri Tirai Bambu itu menjadi strategi penting untuk menjaga stabilitas harga dan meningkatkan kesejahteraan petani sawit. Selain itu, sawit merupakan penyumbang devisa ekspor terbesar bagi Indonesia.

Baca Juga: Ketua DPRD Kukar Harap Pelaksanaan Erau 2025 Jadi Ajang Menjaga Adat dan Adab

Pada 2024, nilai ekspor sawit dan produk turunannya mencapai lebih dari USD 25 miliar, atau sekitar 12–13 persen dari total ekspor nasional. Angka ini menunjukkan bahwa sawit bukan hanya komoditas unggulan, tetapi juga tulang punggung perekonomian Indonesia.

Dengan memperluas pasar, termasuk ke Tiongkok, diharapkan kontribusi ini akan semakin meningkat di tahun-tahun mendatang.

Wakil Ketua Gapki, Sany Anthony, yang hadir dalam acara ini menegaskan pentingnya forum internasional seperti CAEXPO untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat pemahaman global mengenai komitmen sawit Indonesia.

“CAEXPO-CABIS memberi ruang strategis bagi kami untuk menyampaikan pesan bahwa sawit Indonesia berkomitmen pada prinsip keberlanjutan. Tiongkok adalah pasar yang terus berkembang, dan melalui forum ini kami tidak hanya memperkuat pemahaman, tetapi juga membuka peluang bagi diversifikasi produk hilir dan UMKM berbasis sawit,” ujarnya.

Kehadiran BPDP di CAEXPO-CABIS 2025 membuktikan bahwa Indonesia tidak hanya membawa komoditas unggulan, tetapi juga visi jangka panjang untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah sawit di tingkat global.

Melalui sinergi antara pemerintah, GAPKI, dan UMKM, misi sawit berkelanjutan diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen dan pemasok utama sawit dunia, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi petani, pelaku UMKM, dan masyarakat luas di sekitar perkebunan. (*) 

Editor : Faroq Zamzami
#BPDPKS #paviliun indonesia #tiongkok #kelapa sawit #gapki