Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Menyala Pekebun, Harga Kelapa Sawit di Kaltim Konsisten Naik Sejak Juli, Mulai Terasa Dampaknya

Redaksi • 2025-10-04 12:07:57
TBS kelapa sawit tercatat mengalami penurunan harga sejak akhir Mei lalu, seiring melemahnya harga CPO di pasaran. (IZZA/BP)
TBS kelapa sawit tercatat mengalami penurunan harga sejak akhir Mei lalu, seiring melemahnya harga CPO di pasaran. (IZZA/BP)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Geliat positif kembali datang dari sektor perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Timur (Kaltim).

Harga tandan buah segar (TBS) di Kaltim terus merangkak naik sejak Juli 2025.

Pergerakan harga yang stabil itu memberi harapan baru bagi pekebun untuk menikmati hasil panen dengan nilai lebih baik.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim, Andi M Siddik, menyebut penguatan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di pasar global serta meningkatnya permintaan menjadi pemicu utama kenaikan.

"Kenaikan harga ini memberikan dampak positif terhadap pendapatan petani kelapa sawit, terutama yang sudah bermitra dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit (PKS),” terangnya.

Untuk periode 16-30 September 2025, harga rata-rata tertimbang CPO ditetapkan sebesar Rp 14.248,91 per kilogram.

Sementara kernel berada di Rp 12.453,08 per kilogram, dengan indeks K tercatat 88,30 persen.

Angka itu lebih tinggi dibandingkan periode 1-15 September yang masih berada di kisaran Rp 13.970,66 per kilogram untuk CPO dan Rp 11.923,10 untuk kernel.

Dari sisi harga TBS, seluruh kelompok umur tanaman sawit ikut terkerek.

Mulai dari pohon umur tiga tahun dengan harga Rp 2.906,61 per kilogram hingga pohon umur 10 tahun yang mencapai Rp 3.301,91 per kilogram.

"Kenaikan berlaku untuk semua kelompok umur, dengan persentase yang bervariasi,” jelas Andi.

Jika melihat catatan Disbun, kenaikan tersebut bukan fenomena sesaat. Tren positif sudah berlangsung konsisten sejak Juli lalu.

Pada periode 16-31 Juli, harga rata-rata CPO masih Rp 13.493,64 per kilogram. Angka itu naik bertahap di Agustus, mulai Rp 13.835,46 per kilogram di paruh pertama hingga menembus Rp 14.004,04 di akhir bulan.

Kernel juga bergerak serupa, dari Rp 10.468,77 per kilogram pada awal Agustus menjadi Rp 11.241,82 di akhir Agustus.

Kenaikan beruntun itu memberi angin segar bagi petani, khususnya mereka yang tergabung dalam skema plasma bersama pabrik kelapa sawit.

Standar harga yang ditetapkan pemerintah daerah dinilai mampu menekan permainan tengkulak.Baca Juga: Heboh, Ratusan Pelajar Mataram Meet and Greet dengan Duo Monster Energy Yamaha MotoGP

"Dengan adanya kerja sama kelompok tani dengan pabrik minyak sawit (PMS), harga yang diterima petani bisa lebih adil dan sesuai pasar,” tambah Andi.

Bagi petani sawit di Kaltim, tren harga yang stabil naik bukan sekadar angka di tabel. Lebih dari itu, menjadi peluang untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan memperkuat ekonomi desa yang bergantung pada sawit. (*)

RADEN RORO MIRA

 
 
Editor : Faroq Zamzami
#tbs #perkebunan #kaltim #kelapa sawit