Balikpapan – Dalam kegiatan paripurna yang berlangsung di Hotel Gran Senyiur, Senin (27/10/2025), tokoh pemerhati lingkungan Wayullah Bandung menegaskan bahwa kunci utama dalam menanggulangi persoalan banjir dan sampah di Kota Balikpapan terletak pada partisipasi aktif masyarakat. Menurutnya, permasalahan banjir yang kerap terjadi bukan semata akibat buruknya infrastruktur drainase, melainkan karena rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.
“Saya memilih fokus mengerjakan persoalan dari hulunya, yaitu sampah. Drainase itu sudah jadi kewenangan pemerintah dan mereka punya master plan penyelesaian banjir. Tapi di lapangan, banyak saluran yang tersumbat karena sampah,” ujar Wahyullah dalam keterangannya kepada wartawan.
Wayullah menekankan, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kebersihan kota. Ia menilai, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan nyata dari warga. “Harus kolektif, dari masyarakat dan pemerintah. Masyarakat harus ikut menjaga lingkungan,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa volume sampah di Balikpapan tergolong tinggi. “Sehari itu bisa mencapai 50 rit, sekitar 400 ton sampah. Itu belum termasuk sampah di wilayah pesisir yang banyak tidak terangkut,” jelasnya.
Selain soal kebersihan, Wahyullah menilai sampah juga memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan benar. Ia mendorong masyarakat untuk memanfaatkan bank sampah dan kegiatan daur ulang. “Bank sampah itu bukan cuma soal kebersihan, tapi juga peluang ekonomi. Banyak produk daur ulang yang bisa dijual, bahkan diekspor,” tuturnya.
Ia mencontohkan, sejumlah produsen internasional kini menggunakan bahan daur ulang plastik sebagai bahan dasar produk olahraga. “Baju klub ternama seperti Real Madrid dan Barcelona dibuat dari bahan daur ulang plastik. Artinya, sampah jika dikelola dengan benar bisa jadi aset bernilai tinggi,” pungkasnya. (oy/adv)
Editor : Wawan