Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Belasan Kasus Gigitan Hewan Sepanjang 2025, Tana Tidung Masih Bebas Rabies

Redaksi Prokal • 2026-01-17 11:15:00
ilustrasi rabies
ilustrasi rabies

TIDENG PALE – Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Tana Tidung memastikan hingga saat ini wilayah tersebut masih berstatus bebas dari kasus rabies, baik yang menyerang hewan maupun manusia. Meski statusnya masih aman, kewaspadaan masyarakat tetap ditekankan seiring dengan adanya laporan gigitan hewan yang terus terjadi di lapangan.

Kepala DPPP Tana Tidung, Rudi, A.Pi, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 hingga bulan September saja, tercatat ada 13 laporan kasus gigitan yang mayoritas disebabkan oleh anjing. Berdasarkan hasil pengawasan tim di lapangan, seluruh laporan tersebut dinyatakan sebagai gigitan biasa dan tidak ditemukan adanya indikasi virus rabies pada hewan yang terlibat.

Dalam proses penanganan di lapangan, pemerintah setempat menerapkan koordinasi lintas sektor yang ketat. Dinas Kesehatan bertugas menangani medis bagi para korban gigitan, sementara pihak DPPP fokus pada pengamatan perilaku hewan yang menggigit. Jika ditemukan gejala yang mencurigakan pada hewan tersebut, barulah dilakukan tindak lanjut sesuai protokol kesehatan hewan.

Menurut Rudi, masyarakat perlu mengenali perilaku anjing atau kucing yang terindikasi rabies, seperti terlihat gelisah, sangat agresif, mengeluarkan air liur berlebihan, serta posisi ekor yang selalu mengarah ke bawah. Ia menambahkan bahwa gejala-gejala tersebut umumnya lebih sering ditemukan pada anjing liar daripada hewan peliharaan. Sementara untuk hewan ternak seperti sapi, dipastikan tidak termasuk dalam kategori hewan penular rabies.

Sebagai upaya pencegahan agar virus mematikan ini tidak masuk ke Tana Tidung, DPPP rutin melaksanakan vaksinasi secara tahunan. Kegiatan ini biasanya dipusatkan pada Bulan Bakti Peternakan setiap bulan Oktober. Pada pelaksanaan terakhir di Oktober 2025, petugas telah menyalurkan puluhan dosis vaksin melalui berbagai metode pelayanan, mulai dari kunjungan langsung ke rumah-rumah warga, melalui pos pelayanan, hingga pelayanan di kantor dinas.

Vaksinasi ini difokuskan kepada hewan-hewan yang memiliki pemilik karena proses penanganannya yang lebih mudah dibandingkan anjing liar. Melalui pengawasan yang rutin serta partisipasi aktif dari masyarakat dalam memvaksinasi hewan peliharaannya, DPPP Tana Tidung optimis wilayah tersebut dapat terus mempertahankan status bebas rabies di masa mendatang.

Editor : Indra Zakaria